PDIP-Erick Thohir Diskusi Kopi Tanah Air, Terkait Pilpres 2024?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:48 WIB
PDIP menggelar diskusi bareng Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi-UKM Teten Masduki, hingga Menteri KLHK Siti Nurbaya
PDIP menggelar diskusi bareng Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi-UKM Teten Masduki, hingga Menteri KLHK Siti Nurbaya. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PDIP menggelar diskusi bertajuk 'Kopi Tanah Air' yang menghadirkan beberapa menteri kabinet. Menteri yang hadir yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

Diskusi itu dilaksanakan PDIP di Gedung Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2022). Ketiga menteri hadir sebagai pembicara bersama Aktivis Komunitas Kopi, dan pelaku usaha hulu dan hilir kopi seperti Eko Purnomosidi dari Sunda Hejo; Tri Yono dari Koperasi Baroqah Kerinci; Irvan Helmi dari Anomali Coffee; dan Abubakar Dicky sebagai Co-Founder Kopi Kalyan.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan hadirnya para menteri itu dalam acara partainya memang terkait dengan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Namun bukan menyangkut pencalonan, melainkan untuk membangun legacy atau warisan prestasi Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin bersama PDIP. Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan wartawan di awal sesi diskusi.

"Saya jawab dengan pilpres tentu saja sangat terkait," kata Hasto sambil tertawa.

"Mengapa sangat terkait? Karena kalau ketiga menteri ini, baru tiga menteri saja ya, didorong kemudian mampu melakukan sinergi untuk kepentingan rakyat, maka ini akan membuat legacy dari Pak Presiden Jokowi sehingga pilpres 2024 akan dijalankan dengan baik, karena kerja dan konsolidasi kerjasama dari seluruh jajaran pemerintahan negara kita. Dan PDI Perjuangan tentu saja memberikan dukungan sepenuhnya," tambah Hasto.

Hasto menambahkan saat ini yang diperlukan adalah konsolidasi nasional. Hasto mengatakan Pilpres bagi PDIP, bukan hanya soal calon presiden-calon wakil presiden.

"Bicara pilpres itu bukan hanya bicara calon presiden atau calon wakil presiden. Itu nanti. Itu Bu Mega (yang memutuskan, red) dalam mekanisme demokrasi kami. Tapi yang penting adalah bagaimana kita menyiapkan peristiwa demokrasi tersebut dengan bersama-sama berkontestasi ke bawah, di tengah rakyat, untuk berjuang meningkatkan kemajuan bagi bangsa dan negara," kata Hasto.

Menurut Hasto, PDIP mengajak ketiga menteri untuk mendorong seluruh sinergi serta koneksitas. Terutama perekonomian terkait kopi.

"Agar Pak Erick, kemudian Pak Teten, dan Ibu Siti Nurbaya ini dapat bersama-sama mengatasi pandemi dengan cara mendorong perekonomian rakyat termasuk melalui kopi. Di mana dengan kopi ini menunjukkan nasionalisme dari Indonesia, karena kebutuhan kopi dunia itu sekarang dari Indonesia ternyata daya leverage-nya luar bisa," kata Hasto,

"Pak Erick, Pak Teten, kemudian Ibu Siti Nurbaya kami undang terkait dengan upaya menggelorakan kebangkitan perekonomian rakyat melalui kopi tersebut.Kalau pemerintahan Presiden Jokowi mampu membuat legacy di tengah pandemi, mendorong pergerakan ekonomi rakyat, ini merupakan hal yang baik bukan hanya bagi rakyat Indonesia, tetapi juga bagi PDI Perjuangan," lanjut Hasto.

(eva/gbr)