PDIP Singgung Pergerakan Medsos Ubedillah Badrun Diduga Terlibat Parpol

Matius Alfons - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:36 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (dok. Istimewa)
Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi laporan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun terhadap Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK. Hasto menduga ada keterkaitan antara Ubedillah dan partai politik tertentu dalam laporan tersebut.

Awalnya Hasto menyebut laporan oleh Ubedillah sudah dibantah langsung oleh Gibran sebagai pihak terlapor. Dia menyebut beberapa kader PDIP yang mengadvokasi laporan tersebut menduga adanya kepentingan politik yang jauh lebih kuat.

"Ya kalau kita lihat dari pernyataan Mas Gibran sendiri kan sudah membantah hal tersebut, dan kemudian beberapa kader PDIP juga melakukan advokasi karena ini nampak ya sebagai suatu tindakan-tindakan yang political heavy-nya itu jauh lebih kuat," kata Hasto kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

"Tetapi meskipun demikian, setiap upaya untuk penegakan hukum dihormati oleh PDIP," lanjutnya.

Tak hanya itu, Hasto juga mengamati rekam jejak Ubedillah di media sosial. Dia pun menduga Ubedillah memiliki keterlibatan dengan partai politik tertentu.

"Kami juga melihat bagaimana rekam jejak Ubedillah tersebut, termasuk pergerakan socmed yang mengungkapkan keterlibatannya dengan partai politik tertentu," katanya.

Meski demikian, Hasto menyebut pihaknya sudah melakukan komunikasi, khususnya di tingkat DPC se-Surakarta. Menurutnya, respons Gibran terkait laporan itu juga sudah meredam persoalan tersebut.

"Ya komunikasi dilakukan, terutama di DPC PDIP Surakarta. Klarifikasi yang disampaikan Mas Gibran saya kira bisa langsung meredam upaya yang menggunakan hukum sebagai alat kendaraan politik dengan motif-motif tertentu," ujarnya.

Diketahui, laporan tersebut dilayangkan oleh seorang Dosen UNJ, Ubedillah Badrun. Laporan itu terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Selain itu, Ubedillah menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu. Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan, tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya.

Lantas di sisi lain, grup bisnis itu disebut Ubedillah mengucurkan investasi ke perusahaan yang dimiliki Kaesang dan Gibran. Ubedillah pun mengaitkan antara urusan bisnis itu dan perkara perusahaan yang pengusutan hukumnya tidak jelas karena adanya konflik kepentingan atau conflict of interest.

Lihat juga video 'Ubedillah Dipolisikan Usai Laporkan Gibran, Benny Harman: Harusnya Dia Dijaga':

[Gambas:Video 20detik]



Tanggapan Gibran di halaman selanjutnya.