Menko PMK: 123 Ribu Datang dari LN, 3.923 Positif COVID, 567 Omicron

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:14 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan ada 123.313 kedatangan dari luar negeri ke Indonesia di awal tahun ini. Ada 3.923 orang tercatat positif COVID-19 dan 567 kasus Omicron (M Hanafi/detikcom)
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan ada 123.313 kedatangan dari luar negeri ke Indonesia di awal tahun ini. Ada 3.923 orang tercatat positif COVID-19 dan 567 kasus Omicron. (M Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan ada 123 ribu kedatangan dari luar negeri ke Indonesia di awal tahun ini. Hampir 4.000 orang tercatat positif COVID-19.

"Dari 123.313 kedatangan internasional melalui Soekarno-Hatta selama 1-15 Januari 2022, ditemukan 3.923 kasus positif, dan 567 kasus Omicron," kata Muhadjir, Senin (17/1/2022).

Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi tingkat menteri terkait evaluasi pengendalian COVID-19 pada masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2021/2022 di Gedung Kemenko PMK, Jakarta.

Dia menyebut tren kenaikan COVID-19 saat Nataru terbilang fluktuatif. Namun, dengan adanya penerapan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi, hal tersebut dapat dikendalikan.

"Tren kenaikan kasus positif COVID-19 pada masa Nataru bersifat fluktuatif tetapi secara umum dapat dikendalikan dengan baik. Telah terjadi keterpaduan penanganan di samping pengendalian COVID-19, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, serta vaksinasi jadi terpadu dengan baik," sambungnya.

Dia menyebut bahwa pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan antisipasi lonjakan kasus Omicron dari luar negeri ataupun transmisi lokal. Menurutnya, perlu langkah-langkah lanjutan.

"Untuk menangani peningkatan kasus Omicron, baik yang bersumber dari PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) ataupun karena transmisi lokal, perlu langkah-langkah antisipasi lanjutan antara lain, terus memantau protokol kesehatan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, percepatan vaksinasi termasuk booster, dan lainnya," terangnya.

Simak juga video 'Amukan Varian Omicron Diprediksi Terjadi pada Februari-Maret':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)