2 Lagi Pelaku Pengeroyok yang Tewaskan Anggota TNI di Jakut Ditangkap

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 17:37 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. detikcom)
Jakarta -

Kasus pengeroyokan hingga berujung tewasnya anggota TNI AD bernama Sahdi di Penjaringan, Jakarta Utara, masih diusut polisi. Terbaru, polisi menangkap 2 lagi pelakunya. Total kini sudah ada 3 pelaku yang ditangkap.

"Hari ini informasinya baru tiga yang diamankan. Nanti kita kembangkan lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Senin (17/1/2022).

Zulpan belum memerinci identitas dari ketiga pelaku. Dia menyebut penyidik kini masih melakukan pengejaran kepada terduga pelaku lainnya.

"Tim masih bergerak. Kan itu pengeroyokan pelaku lebih dari satu," jelas Zulpan.

Sementara Zulpan belum menjelaskan motif pengeroyokan terhadap anggota TNI tersebut. Dia menyebut pihak kepolisian masih mengembangkan penyelidikan kasus tersebut.

"(Motif) belum bisa disampaikan. Nanti kita rilis," katanya.

Kronologi Pengeroyokan

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di Jl Inspeksi Waduk Pluit, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), pada Minggu (16/1) pagi. Mulanya, 4 orang pelaku dengan berboncengan sepeda motor mendatangi pelaku dan saksi lain.

"(Pelaku) turun (dari motor) dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'Apakah kamu orang Kupang?'. Kemudian saksi Sofyan menjawab 'Saya bukan orang Kupang, saya orang Lampung'. Setelah itu pelaku bertanya ke korban dan korban tidak menjawab," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam keterangannya, Senin (17/1).

Setelah itu, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Perkelahian pun terjadi.

"Satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban, kemudian salah satu pelaku berkaus biru menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak 2 kali hingga korban jatuh tersungkur," imbuh Zulpan.

Sejumlah saksi lain mencoba melerai perkelahian itu. Namun pelaku lainnya justru melukai para saksi yang mencoba melerai.

"Pelaku kaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku, termasuk korban (atas nama) Samsul, akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaus hitam, mengakibatkan korban Samsul (mengalami) luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang," tutur Zulpan.

"Sedangkan korban (atas nama) Soleh luka di bagian jari manis sebelah kanan putus 2 ruas," tambahnya.

(ygs/mea)