Pomdam Jaya Bantu Polisi Usut Prajurit TNI Tewas Dikeroyok di Jakut

Jabbar Ramdhani, Audrey Santoso - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:18 WIB
TKP anggota TNI AD tewas dikeroyok di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Foto: TKP anggota TNI AD tewas dikeroyok di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Anggota TNI AD bernama Sahdi tewas akibat dikeroyok di kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Pihak TNI menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian.

"Untuk kejadian tersebut dalam proses penyelidikan Polsek Penjaringan," kata Kapendam Jaya Letkol Indra Wirawan saat dimintai konfirmasi, Senin (17/1/2022).

Pihak Kodam Jaya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu proses pengusutan kasus tersebut.

"Pihak kami, Pomdam Jaya, mulai kemarin sudah berkoordinasi membantu prosesnya," tuturnya.

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa sekitar 10 orang saksi yang ada di lokasi. Polisi telah menangkap seorang pelaku pengeroyokan.

"Salah satu sudah diamankan," ujar Kapolsek Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya, Minggu (16/1).

Saat ini polisi masih memburu pihak lain yang terlibat dalam kasus pengeroyokan maut tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Pluit, Penjaringan, Jakut, pada Minggu (16/1) pagi. Kasus bermula saat 4 orang pelaku dengan berboncengan sepeda motor mendatangi pelaku dan saksi lain.

"(Pelaku) turun (dari motor) dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'Apakah kamu orang Kupang?'. Kemudian saksi Sofyan menjawab 'Saya bukan orang Kupang, saya orang Lampung'. Setelah itu pelaku bertanya ke korban dan korban tidak menjawab," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam keterangannya, Senin (17/1).

Setelah itu, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Perkelahian pun terjadi.

"Satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban, kemudian salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak 2 kali hingga korban jatuh tersungkur," imbuh Zulpan.

Sejumlah saksi lain mencoba melerai perkelahian itu. Namun, pelaku lainnya justru melukai para saksi yang mencoba melerai.

"Pelaku kaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku, termasuk korban (atas nama) Samsul, akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaus hitam, mengakibatkan korban Samsul (mengalami) luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang," tutur Zulpan.

(jbr/fjp)