Oknum Polisi di Dompu NTB Diduga Peras Sejumlah Keluarga Tersangka

Faruq Nickyrawi - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 15:47 WIB
Warga memblokir jalan protes oknum polisi peras keluarga tersangka
Warga memblokir jalan protes oknum polisi peras keluarga tersangka. (Foto: Istimewa)

Tak hanya itu, terdapat tiga kasus yang diselesaikan dengan cara meminta uang, yakni kasus perkelahian perebutan tanah di Desa Serakapi, dimintai uang sebesar Rp 20 juta.

Kasus pengancaman dan pemukulan yang melibatkan warganya bernama Gunawan sebagai terduga pelaku yang juga diminta uang sebesar Rp 17 juta yang diserahkan oleh paman pelaku.

Kemudian kasus ketiga yakni kasus kepemilikan anak panah yang melibatkan tujuh orang pemuda Desa Bakajaya.

Mereka dimintai uang Rp 7 juta secara keseluruhan, masing-masing terduga pemilik anak panah dibebankan dan dimintai uang Rp 1 juta agar dapat dibebaskan.

"Jujur, saya sendiri yang menyerahkan uang itu pada oknum penyidik di Polres Dompu. Kemarin pada bulan Desember 2021, kini masalahnya sudah selesai," bebernya.

Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Adhar yang ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022) pagi, membantah adanya oknum penyidik pada satuannya yang meminta uang kepada keluarga tersangka.

Dia menegaskan semua tudingan tersebut tidak benar adanya. Setiap persoalan hukum yang dilaporkan warga masyarakat diproses sesuai ketentuan dan aturan yang ada.

"Itu tidak benar, kami sudah menjalankan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang ada," tegasnya.

Adhar kembali menegaskan dirinya telah mengikrarkan dirinya agar semua kasus pemanahan dan sajam tetap diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku, apa pun yang terjadi tetap ditindak tegas.

"Itu tidak benar, saya sudah mengarahkan pada anggota agar bekerja profesional, terutama kasus-kasus anak panah dan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video aksi blokir jalan viral di media sosial. Video tersebut berisi sekumpulan warga tengah berdialog dengan polisi di tengah aksi blokir jalan. Dalam dialognya, warga mengaku diminta sejumlah uang oleh oknum polisi agar anggota keluarga mereka yang ditahan bisa dibebaskan.

Warga Desa Bakajaya, yang geram dengan sikap oknum polisi ini, kembali melakukan aksi blokir jalan Senin siang. Jalan yang menghubungkan Dompu Sumbawa ini diblokir menggunakan kayu balok dan bebatuan serta bakar ban bekas. Sementara kendaraan yang melintas terpaksa berputar arah dan memilih jalur alternatif.


(mud/mud)