Oknum Polisi di Dompu NTB Diduga Peras Sejumlah Keluarga Tersangka

Faruq Nickyrawi - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 15:47 WIB
Warga memblokir jalan protes oknum polisi peras keluarga tersangka
Warga memblokir jalan protes oknum polisi peras keluarga tersangka. (Foto: Istimewa)
Dompu -

Oknum polisi jajaran Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga memeras keluarga tersangka dengan memintai sejumlah uang yang nilainya Rp 7-30 juta. Diketahui, tindakan tersebut agar tersangka yang tersangkut kasus bisa dibebaskan.

Dugaan perbuatan oknum penyidik itu dibongkar keluarga tersangka kasus perkelahian, Baharudin alias Tigor (45) warga Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, saat ditemui wartawan pada Jumat (14/01) sore, usai video aksi blokir jalannya yang mengungkap tindakan oknum yang meminta uang viral di media sosial.

"Ternyata mereka main belakang, awalnya sudah deal Rp 7 juta dengan saya, tetapi jadinya Rp 20 juta. Uang itu sudah diserahkan pada oknum penyidik dan keluarga kami (pelaku perkelahian) sudah dikeluarkan seminggu yang lalu," ujarnya.

Tigor mengatakan oknum polisi yang meminta uang tersebut menjanjikan akan membebaskan tiga orang warga bernama Rusli, Yunus, dan Rusdin yang terlibat kasus perkelahian perebutan lahan di Desa Serakapi pada September 2021.

Tigor menceritakan oknum penyidik awalnya meminta uang sebesar Rp 30 juta. Saat itu, dia hanya menyanggupi Rp 7 juta. Permintaan tersebut buntu dan oknum penyidik tersebut memerintahkan orang lain untuk meminta ditambah agar digenapkan menjadi Rp 20 juta.

"Saya akan adukan, kalau ada lembaga di atas Polri di situ akan saya adukan. Dalam waktu dekat akan saya sampaikan, saat ini sedang menyusun berkas pengaduan," tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh istri tersangka Rusdin, Rosdiana (39). Dia mengaku dimintai uang Rp 30 juta dengan modus uang damai untuk suaminya yang sedang diproses hukum.

Dari permintaan oknum penyidik sebesar Rp 30 juta tersebut, dia hanya menyanggupi Rp 20 juta. Uang itu dia dapatkan secara bertahap dengan patungan dari keluarga hingga utang ke rentenir.

"Berharap ada rasa kasihan dari mereka (oknum penyidik) agar dengan uang Rp 15 juta itu suami saya bisa dibebaskan. Tetapi tidak bisa, harus Rp 20 juta. Saat itu, saya di Mapolres Dompu langsung pulang ke rumah untuk mencari tambahan agar capai Rp 20 juta," beber Rosdiana.

Rosdiana menceritakan, setelah dirinya mampu mengumpulkan uang Rp 20 juta sesuai permintaan oknum penyidik tersebut, uang itu langsung ditenteng oleh dirinya bersama seseorang yang bernama Ardi di Mapolres Dompu pada 28 Desember 2021.

"Waktu sekitar pukul 16.00 sore, uang Rp 20 juta saya bawa menggunakan amplop warna cokelat satu buah dan dua amplop warna putih. Itu uang rentenir yang saya pinjam," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Umar HAbakar, mengaku sering mendapatkan informasi tentang permintaan sejumlah uang oleh oknum penyidik terhadap beberapa warganya yang tersandung hukum agar dapat dibebaskan. Salah satunya soal kasus perkelahian perebutan tanah di Desa Serakapi yang melibatkan 3 warganya.