Penjelasan Kontraktor Kubur Lagi Penemuan Nisan Kuno di Palembang

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 15:22 WIB
Penjelasan kontraktor soal kubur lagi nisan kuno di dekat jembatan ampera
Penjelasan kontraktor soal kubur lagi nisan kuno di dekat Jembatan Ampera. (Foto: Tangkapan layar video)
Palembang -

Nisan kuno bertulisan aksara jawi atau Arab melayu, ditemukan pekerja kontraktor pembangunan jaringan drainase di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, langsung dikuburkan kembali. PT Waskita Karya selaku pengelola diduga melanggar Undang-Undang tentang Cagar Budaya karena tidak menginformasikan penemuan nisan kuno tersebut.

"Bahwa apa yang dilakukan oleh pihak PT. Waskita Karya ini tidak mengindahkan Undang-Undang RI No. 11 tahun 2010, tentang Cagar Budaya Bab V Pasal 23,ayat 1-3," kata Arkeolog Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti, di Palembang, Senin (17/1/2022).

Meski demikian, usai dilakukan pertemuan di Dinas Kebudayaan (Disbud) Palembang, Senin (17/1) siang, didapatlah titik terang. Kadis Kebudayaan Palembang, Agus Rizal menyebut kejadian itu terjadi karena adanya misinformasi. Dia mengatakan pihak PT Waskita Karya memang tidak paham prosedur penyampaian informasi terkait penemuan nisan kuno yang dituding sebagai benda Cagar Budaya tersebut.

"Jadi miss informasi ya, mereka (Pekerja PT Waskita Karya) memang di lapangan kemarin tidak mengerti regulasinya. Jadi, kita berharap dengan adanya pertemuan ini dari Waskita, Provinsi, BRIN, TACB Palembang, TACB Sumsel, bisa jadi bahan evaluasi ke depannya. Hasil pertemuan tadi, ternyata memang ada temuan nisan tersebut di galian itu, dan malam ini akan kita lakukan penggalian kembali untuk membuktikan," kata Agus.

Retno kemudian menjelaskan, terkait hal itu, pihaknya tidak ada niat memberhentikan proyek tersebut. Hanya, dia meminta PT Waskita Karya untuk segera menginformasikan apabila kembali didapat penemuan seperti itu.

"Tidak ada niat sedikit pun dari kami untuk menghentikan pekerjaan Waskita Karya, hanya saja kami minta ke depannya karena proyek ini masih sampai pertengahan tahun 2022, nanti kalau menemukan sesuatu benda yang masif agar diambil dan di informasikan ke kami, bisa ke Dinas Kebudayaan atau ke Balai Arkeologi, jangan seperti yang sudah terjadi ini," kata Retno Purwanti.

"Kalau informasi Waskita Karya dari pertemuan tadi, nisan kuno yang ditemukan hanya ada tiga, jadi bukan lima. Mereka tidak menginformasikan, karena tidak tahu proses penanganan. Jika dikatakan lalai itu karena mereka tidak melaporkan. Tapi terkait itu dikuburkan kembali, itu juga merupakan tindakan pengamanan, karena waktu untuk melakukan pelaporan maksimal 30 hari usai ditemukan. Nisan yang ditemukan itu bertuliskan aksara jawi atau Arab melayu," sambung Retno.

Perwakilan PT Waskita Karya mengakui kelalaiannya tersebut yang tidak menginformasikan ke pihak terkait dan telah menguburkan kembali benda diduga cagar budaya tersebut. Pihaknya juga akan menggali kembali galian tersebut malam ini.

"Iya akan di gali lagi nanti malam, diambil lagi nisannya itu. Untuk ke depannya, supaya kejadian seperti tidak terulang lagi kita akan berkoordinasi dengan pencinta cagar budaya dan PU Cipta Karya terkait penghentian sementara apabila didapat lagi penemuan seperti itu," kata Manajer Operasi PT Waskita Karya, Riza, ketika ditemui detikcom.

"Kemarin, kita kembalikan lagi (dikuburkan lagi) karena kita memang belum ada SOP nya, karena kita tidak mau mengganggu jadi kita kembalikan saja. Pengembalian itu inisiatif kita, karena tidak ada instruksi menyuruh harus diapakan, kita tidak tahu," jelasnya.

Sebelumnya, seorang saksi mata bercerita terkait penemuan nisan kuno tersebut. Bahkan, dia mengaku sempat membersihkan nisan kuno yang sudah dikuburkan kembali itu.

"Pekerja galian itu yang menemukannya, saya bersihkan dan dicuci menggunakan sikat piring. Awalnya, pada pukul 22.00 WIB ditemukan tiga nisan, kemudian pada pukul 23.00 WIB, ditemukan satu nisan lagi dan satu lagi tidak tergali namun terlihat," kata Upit Sari (50), warga yang menyaksikan langsung penemuan nisan kuno di dekat Jembatan Ampera tersebut, ketika ditemui wartawan, Senin (17/1/2022).

Menurut Upit, jumlah nisan kuno yang di temukan pada malam itu ada 5, di kedalaman kurang-lebih 3 meter. Empatnya, kata dia, ia bersihkan sedangkan satunya terlihat tapi tidak dibersihkan karena yang satu itu dianggap tidak mengganggu pengerjaan proyek galian.

"Salah satu nisan bertuliskan Arab 'Faqod Intiqolad Illa Rohmatullahil Abror Nyiaji Nadirah Binti Kiyai Abdul Aziz Falembani' yang apabila diartikan 'telah berpulang ke Rahmatullah Nyiaji Nadiroh Anak Kiyai Abdul Aziz orang Palembang'," kata Sejarawan Palembang, Kemas Ari Panji yang sudah meninjau secara langsung lokasi penemuan.

Nisan kuno itu ditemukan pekerja kontraktor pembangunan jaringan drainase di kawasan Jembatan Ampera, Palembang. Namun sayang, belum sempat dilakukan penelitian keenam nisan kuno itu sudah dikuburkan kembali.

"Informasinya yang beredar itu benar, penemuannya itu pada Rabu (12/1/2022) malam, pekerja malam yang menemukan itu Kamisnya (13/1) kita mendapat informasi tersebut," kata Arkeolog Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (15/1/2022).

Dari informasi tersebut, tim gabungan dari Balai Arkeologi dan Dinas Kebudayaan (Disbu) Palembang melakukan berkoordinasi. Dan pada Jumat (14/1) kemarin, tim menuju lokasi di kawasan Jembatan Ampera, Jalan Tengkuruk Permai, Pasar 16 Ilir, Ilir Timur I (satu), Palembang, untuk melakukan penelitian.

Namun, menurutnya, setiba di lokasi penemuan, tim tidak menemukan benda kuno yang dicari seperti pada video yang beredar. Menurutnya, para pekerja kontraktor itu diduga sudah menguburkan kembali sejumlah nisan kuno tersebut.

Terkait hal itu, kata dia, pihaknya belum mendapatkan izin untuk melakukan penelitian. Di mana, sambung dia, respons PT Waskita Karya selaku pihak kontraktor hanya bungkam dan meminta untuk dilayangkan surat secara resmi. Dan surat resmi sudah dilayangkan oleh Dinas Kebudayaan Palembang tolong diambil dan di informasikan ke kami, jangan seperti yang sudah terjadi ini," ungkap Retno.

(mud/mud)