Ditemukan Dekat Jembatan Ampera, Diduga Enam Nisan Kuno Dikuburkan Kembali

Prima Syahbana - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 00:52 WIB
Lokasi dan Titik Kordinat penemuan enam nisan kuno di kawasan Jembatan Ampera Palembang. (Foto. dok. Balai Arkeologi Sumsel)
Lokasi dan Titik Kordinat penemuan enam nisan kuno di kawasan Jembatan Ampera Palembang. (Foto. dok. Balai Arkeologi Sumsel)
Pelembang -

Enam nisan kuno ditemukan pekerja kontraktor pembangunan jaringan drainase di kawasan Jembatan Ampera, Palembang. Namun sayang, belum sempat dilakukan penelitian keenam nisan kuno itu sudah dikuburkan kembali.

"Informasinya yang beredar itu benar, penemuannya itu pada Rabu (12/1/2022) malam, pekerja malam yang menemukan itu Kamisnya (13/1) kita mendapat informasi tersebut," kata Arkeolog Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (15/1/2022).

Dari informasi tersebut, tim gabungan dari Balai Arkeologi dan Dinas Kebudayaan (Disbu) Palembang melakukan berkoordinasi. Dan pada Jumat (14/1) kemarin, tim menuju lokasi di kawasan Jembatan Ampera, Jalan Tengkuruk Permai, Pasar 16 Ilir, Ilir Timur I (satu), Palembang, untuk melakukan penelitian.

"Kemarin (14/1), Tim Gabungan dari arkeolog dari Kantor Arkeologi Sumatera Selatan dan Staf dari Dinas Kebudayaan Palembang meninjau lokasi penemuan," kata Retno.

Namun, menurutnya, setiba di lokasi penemuan, tim tidak menemukan benda kuno yang dicari seperti pada video yang beredar. Menurutnya, para pekerja kontraktor itu diduga sudah menguburkan kembali keenam nisan kuno tersebut tersebut.

"Setiba di TKP, nisannya itu sudah dikuburkan kembali," kata Ratno.

Terkait hal itu, kata dia, pihaknya belum mendapatkan izin untuk melakukan penelitian. Di mana, sambung dia, respons PT Waskita Karya selaku pihak kontraktor hanya bungkam dan meminta untuk dilayangkan surat secara resmi.

"Pihak PT Waskita Karya bungkam dan mempersilakan tim untuk melayangkan surat ke pihak mereka jika ingin mengetahui detail tentang temuan tersebut," katanya.

Karena pihak Waskita meminta penelitian itu harus berdasarkan surat resmi, kemarin Disbud Palembang langsung melayang surat.

"Sudah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Palembang (kirim surat), informasinya kemarin," katanya.

(dwia/dwia)