Kronologi Penemuan 5 Nisan Kuno Bertuliskan Arab Dekat Jembatan Ampera

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 11:17 WIB
Lokasi dan Titik Kordinat penemuan enam nisan kuno di kawasan Jembatan Ampera Palembang. (Foto. dok. Balai Arkeologi Sumsel)
Lokasi dan Titik Kordinat penemuan enam nisan kuno di kawasan Jembatan Ampera Palembang. (Foto. dok. Balai Arkeologi Sumsel)
Palembang -

Nisan kuno ditemukan pekerja kontraktor pembangunan jaringan drainase di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, langsung dikuburkan kembali. Begini cerita saksi mata yang sempat mencuci nisan kuno tersebut.

"Pekerja galian itu yang menemukannya, saya bersihkan dan dicuci menggunakan sikat piring. Awalnya, pada pukul 22.00 WIB ditemukan tiga nisan, kemudian pada pukul 23.00 WIB, ditemukan satu nisan lagi dan satu lagi tidak tergali namun terlihat," kata Upit Sari (50), warga yang menyaksikan langsung penemuan nisan kuno di dekat Jembatan Ampera tersebut, ketika ditemui wartawan, Senin (17/1/2022).

Menurut Upit, jumlah nisan kuno yang di temukan pada malam itu ada 5, di kedalaman kurang lebih 3 meter. Empatnya, kata dia, ia bersihkan, sedangkan satunya terlihat tapi tidak dibersihkan karena dianggap tidak mengganggu pengerjaan proyek galian.

"Dalamnya sekitar 3 meter lah. Total ada lima, empat kami bersihkan, satunya tidak karena dianggap tidak mengganggu pengerjaan proyek itu, tapi terlihat. Setelah dibersihkan langsung dikuburkan lagi oleh para pekerja," katanya.

Sementara itu, seorang sejarawan Palembang Kemas Ari Panji yang sudah meninjau secara langsung lokasi penemuan nisan kuno itu menyebut ada tulisan Arab di batu nisan kuno tersebut.

"Salah satu nisan bertuliskan Arab 'Faqod Intiqolad Illa Rohmatullahil Abror Nyiaji Nadirah Binti Kiyai Abdul Aziz Falembani' yang apabila diartikan 'telah berpulang ke Rahmatullah Nyiaji Nadiroh Anak Kiyai Abdul Aziz orang Palembang'," kata Kemas.

Dia menduga, dari bentuknya, nisan tersebut mengacu pada kesultanan. Tapi, katanya, sultan abad ke-17 itu memakai kayu seperti Sultan Abdurrahman.

"Tapi, sejak SMB II sudah menggunakan batu. Untuk itu, kalau diperkirakan ini nisan pada abad ke-19. Artinya, bukan di abad ke-17," terangnya.

Pemprov Sumsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengaku pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan kajian. Kajian lebih lanjut belum bisa dilakukan sembari menunggu persetujuan PT Waskita Karya selaku pengelola proyek galian.

"Saya sudah menugaskan Tim TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) untuk meninjau ke lokasi. Dari hasil peninjauan di lapangan, TIM TACB segera melakukan rapat untuk merencanakan kajian selanjutnya," ungkap Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal ketika dimintai konfirmasi detikcom.

Pantauan detikcom, Senin (17/1/2022) pukul 10.30 WIB, di Kantor Dinas Kebudayaan Palembang, perwakilan pihak Waskita Karya, Balai Arkeologi Sumsel, sudah memasuki ruang rapat untuk membahas perihal tersebut.

Sebelumnya, nisan kuno ditemukan pekerja kontraktor pembangunan jaringan drainase di kawasan Jembatan Ampera, Palembang. Namun sayang, belum sempat dilakukan penelitian keenam nisan kuno itu sudah dikuburkan kembali.

"Informasinya yang beredar itu benar, penemuannya itu pada Rabu (12/1/2022) malam, pekerja malam yang menemukan itu Kamisnya (13/1) kita mendapat informasi tersebut," kata Arkeolog Balai Arkeologi Sumsel Retno Purwanti ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (15/1/2022).

Dari informasi tersebut, tim gabungan dari Balai Arkeologi dan Dinas Kebudayaan (Disbu) Palembang melakukan berkoordinasi. Dan pada Jumat (14/1) kemarin, tim menuju lokasi di kawasan Jembatan Ampera, Jalan Tengkuruk Permai, Pasar 16 Ilir, Ilir Timur I (satu), Palembang, untuk melakukan penelitian.

Namun, menurutnya, setiba di lokasi penemuan, tim tidak menemukan benda kuno yang dicari seperti pada video yang beredar. Menurutnya, para pekerja kontraktor itu diduga sudah menguburkan kembali sejumlah nisan kuno tersebut.

Terkait hal itu, kata dia, pihaknya belum mendapatkan izin untuk melakukan penelitian. Respons PT Waskita Karya selaku pihak kontraktor, sambung dia, hanya bungkam dan meminta untuk dilayangkan surat secara resmi. Dan surat resmi sudah dilayangkan oleh Dinas Kebudayaan Palembang.

Simak juga 'Protes Jalan Rusak, Warga di Batu Bara Sumut Bikin 'Kuburan'':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)