Malu! Twitter Jokowi Sempat Posting Sirkuit di Portugal Ditulis Mandalika

Kanavino Ahmad Rizqo, Matius Alfons - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 12:07 WIB
Jakarta -

Postingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Twitter soal sirkuit Mandalika ramai menjadi perbincangan. Unggahan itu kemudian dihapus setelah sejumlah netizen mengoreksi ilustrasi yang ditampilkan di video bukan sirkuit Mandalika, melainkan sirkuit di Portugal.

Jokowi awalnya mengunggah video ilustrasi tentang sirkuit Mandalika dengan disertai caption mengenai keindahan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di video itu, ada ilustrasi Jokowi sedang mengendarai motor.

Selain itu, ditampilkan beragam ilustrasi keindahan dari Pulau Lombok, NTB. Dalam penjelasannya, Jokowi menyebut siapa pun yang datang ke Lombok akan terpesona oleh keindahan alamnya.

"Lombok bukan hanya Mandalika, lokasi sirkuit balap kelas dunia. Siapa pun yang berkunjung ke Lombok, NTB, akan terpesona oleh bentang alamnya, dari laut sampai gunung. Pantai Tangsi, Gili Trawangan, Gunung Rinjani, Sendang Gile, Bukit Merese, desa-desa adat, dan sebagainya," tulis akun Twitter @jokowi.

Beragam reaksi kemudian muncul. Salah seorang netizen bahkan mengoreksi bagian yang ditampilkan dalam video ilustrasi Jokowi bukan Mandalika.

Netizen tersebut menduga sirkuit yang ditampilkan di video ilustrasi itu sama dengan sirkuit di Portugal. Setelah ramai diperbincangkan, postingan video ilustrasi di akun Twitter Jokowi itu hilang.

detikcom sudah mencoba menghubungi Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, hingga stafsus Mensesneg Faldo Maldini untuk meminta penjelasan mengenai postingan Jokowi itu. Namun sampai saat ini belum ada pernyataan yang disampaikan.

Tim Medsos Jokowi Dinilai Perlu Dievaluasi

Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim ikut mengomentari soal postingan Jokowi yang kini telah dihapus. Luqman meminta Mensesneg Pratikno mengevaluasi kerja tim media sosial Jokowi,

"Saya tidak tahu admin akun medsos Presiden Jokowi apakah perseorangan atau tim, tetapi seharusnya di dalam ruang lingkup Kementerian Sekretaris Negara. Menurut saya, Mensesneg ikut bertanggung jawab apabila terjadi kecerobohan yang dilakukan admin akun medsos Presiden, seperti yang terjadi kemarin itu. Karena itu, Pak Pratik perlu mengevaluasi kinerja tim medsos Presiden," ujar Luqman saat dihubungi terpisah.

Luqman menyarankan Pratikno membuat standar baku pengelolaan akun medsos Presiden. Langkah itu diharapkan dapat mencegah kekeliruan kembali terjadi sehingga tidak mempermalukan Jokowi.

"Meski postingan gambar sirkuit Portugal di akun medsos Presiden sudah dihapus, tetap perlu dievaluasi. Kecerobohan seperti itu tidak boleh terulang lagi. Maka, selain evaluasi personalia admin medsos Presiden, saya sarankan agar Pak Pratik menyusun SOP baku pengelolaan akun medsos Presiden, di antaranya dengan memastikan setiap postingan sudah melalui tahapan check and recheck serta quality control," beber Luqman.

"SOP ini penting agar tidak terulang lagi kasus salah posting gambar atau tulisan pada akun medsos Presiden Jokowi. Kesalahan seperti ini, bukan hanya mempermalukan Presiden Jokowi, tetapi juga merusak nama baik bangsa dan negara Indonesia," sambung dia.

(knv/tor)