Begini Persiapan DKI Jakarta 'Medan Perang' Pertama Lawan Omicron

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 05:04 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut DKI Jakarta menjadi 'medan perang' pertama melawan Corona varian Omicron. Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meyakini Jakarta memiliki pengalaman untuk menangani COVID-19.

"DKI Jakarta memiliki pengalaman yang baik dalam menangani COVID-19. DKI Jakarta merupakan provinsi terbaik dalam menangani COVID-19," kata Wagub Riza kepada detikcom, Minggu (16/1/2022).

Riza tak memungkiri bahwa DKI Jakarta menjadi pintu masuk Omicron, sebab menjadi pintu utama perjalanan luar negeri. Riza menekankan soal penegakan aturan hingga karantina warga.

"DKI Jakarta merupakan penghubung dari kota-kota lainnya terutama dengan luar negeri sehingga sangat berpotensi tertular dari orang yang melakukan perjalanan luar negeri. Pintu utama yang menjadi masuknya Omicron adalah bandara, sehingga sangat dibutuhkan penjagaan dan penegakan aturan yang ketat, terutama dalam melakukan karantina bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar negeri," ujarnya.

Riza juga merinci vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 di DKI Jakarta per Sabtu (15/1), sebagai berikut:
Total
Dosis 1: 12.053.033 (143,57%)
Dosis 2: 9.369.114 (111,60%)
Lansia
Dosis 1: 787.210 (103,41%)
Dosis 2: 711.744 (93,49%)
Remaja
Dosis 1: 1.188.424 (118,83%)
Dosisi 2: 992.584 (99,25%)
Anak
Dosis 1 : 831.776 (84,24%)
Total vaksin booster 3: 143.020
Dosisi 3 nakes: 74.020
Dosisi 3 non nakes: 69.000

Selain itu, Riza juga mengatakan DKI Jakarta mempersiapkan alat kesehatan hingga obat-obatan sebagai amunisi untuk perang melawan Omicron. Riza meyakini pengalaman penangan lonjakan Corona sebelumnya menjadi persiapan DKI Jakarta melawan Omicron.

"Kesiapan infrastruktur, SDM, alat kesehatan dan obat-obatan selama 2 tahun bisa menjadi amunisi dalam kemungkinan menghadapi ledakan Omicron di Jakarta. Kolaborasi antara warga dan seluruh elemen merupakan kunci sukses dalam menghadapi Omicron, sama seperti Ketika menghadapi COVID-19," ucap Riza.

"Pengalaman dari penanganan COVID-19, DKI Jakarta memiliki kesiapan infrastruktur yang memadai, ini juga bisa kembali difungsikan jika mengalami lonjakan seperti COVID-19," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: