Di Balik Pilihan Halil Menjadi Atlet Paralimpik dan Tetap Jualan Tisu

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 18:32 WIB
Jakarta -

Halil (36), atlet disabilitas berprestasi di cabang olahraga renang. Ia mulai berkiprah sejak tahun 2017, dan berhasil meraih medali perak di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Bogor pada tahun 2018.

Namun, usai meraih medali tersebut, Halil belum mengikuti kejuaraan lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia berjualan tisu di lampu merah.

"Ketika tidak ada event, itu saya biasa seperti hari-hari biasa. Saya melakukan jualan, dagang asongan. Kalau sekarang dagang tisunya itu tepatnya di Jalan Wijaya 1, Petogogan," ujar Halil.

Halil sebenarnya berdomisili di Bekasi. Namun, untuk berdagang, biasanya dilakukan di Jakarta Selatan.

Perantau asal Sumatera itu mengaku sempat menetap di Jakarta. Namun, karena harga rumah kontrakan yang semakin tinggi, akhirnya ia pindah ke Bekasi.

"Karena di Jakarta Selatan itu saya dagang sudah 3 tahun. Dan orang juga sudah cukup mengenal saya," jelas Halil ketika ditanya alasannya tetap bekerja di Jakarta.

Sampai saat ini, Halil masih ingin meneruskan pekerjaannya sebagai pedagang asongan. Pria berusia 36 tahun itu pun mengungkap dorongan hatinya untuk tetap berjualan, sambil terus berupaya berprestasi sebagai atlet.

"Itu pertanyaan dari diri saya sendiri juga. Seandainya Halil, kamu kalau diminta untuk memilih, kamu memilih jadi pedagang asongan atau jadi atlet renang, kamu lebih memilih mana? Lalu hati saya yang paling dalam ini berkata, sepertinya saya tidak bisa memilih di antara dua-duanya," ujar Halil yang sudah berkeluarga dikaruniai satu anak.

"Yang jelas untuk saat ini saya lakukan dua-duanya. Bagaimana caranya harus adil, bisa saya dagang, bisa saya latihan renang," tutup Halil sembari tersenyum.

(fuf/ids)