Kasus Harian Corona Sempat Capai 1.000, Begini Strategi Pemerintah

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 18:09 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Angka penyebaran kasus harian Covid-19 kembali menyentuh seribu kasus pada 15 Januari 2022 lalu yakni 1.054 kasus terkonfirmasi. Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memparkan sejumlah strategi pemerintah untuk menekan laju penyebaran terutama varian baru Omicron.

Luhut menerangkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi peningkatan kasus penyebaran Covid-19. Yang pertama, pemerintah akan mempercepat akselerasi vaksin booster kepada seluruh masyarakat terkhusus yang tinggal di wilayah Jabodebek.

"Pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk membendung keparahan lebih dalam disebabkan varian ini (Omicron). Pemerintah akan melakukan akselerasi vaksin booster bagi seluruh masyarakat terutama yang tinggal di wilayah Jabodebek dan penegakan protokol kesehatan yang dilakukan lebih masif untuk menahan laju penyebaran kasus," ujar Luhut dalam konferensi pers, Minggu (16/1/2022).

Selain itu, Luhut berkata, pemerintah akan memperketat akses keluar-masuk fasilitas publik. Dia menyebut, hanya warga yang sudah divaksinasi dua kali yang diperbolehkan masuk ke ruang-ruang publik.

"Persyaratan ke tempat publik akan diperketat. Hanya yang sudah vaksinasi dua kali bisa beraktivitas di tempat publik, oleh karena itu teman-teman yang belum vaksinasi dua kali di Jawa dan Bali supaya segera melakukan ini," kata Luhut.

Luhut mengatakan, pemerintah juga akan mendorong tercapainya dosis kedua vaksinasi di angka 70 persen di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota. Maka dari itu, dia mengimbau setiap kepala untuk mempercepat laku vaksinasi.

"Pemerintah juga akan mednorong vaksinasi dosis kedua, untuk umum, lansia terutama di provinsi, kabupaten, kota yang belum mencapai 70 persen. Saya mohon khusus seluruh kepala daerah yang dosis dua, umum, lansia yang masih dibawah 70 persen untuk mempercepat vaksinasi untuk memberi perlindungan varian Omicron," ungkap Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menyebut pemerintah akan memantau secara ketat lonjakan kasus penularan varian jenis Omicron. Dia menegaskan, PPKM berbasis masih akan diterapkan di seluruh wilayah Tanah Air.

"Pemerintah akan melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan Omicron. Hari ini saya tegaskan pemerintah akan tetap menggunakan PPKM level berbasis pengetatan kegiatan sosial masyarakat," tegas Luhut.

Dia memastikan, fasilitas kesehatan yang dimiliki pemerintah sejauh ini sudah siap untuk menghadapi melonjakknya jenis Omiron. Luhut meminta, masyarakat juga harus siap menghadapi lonjakan kasus yang akan terjadi dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Pemerintah memastikan sistem kesehatan kita hari ini sudah cukup siap untuk menghadapi Omicron ini, namun langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan prokes merupakan kunci utama penekanan laju kasus ini. Pemerintah siap kalau masyarakat tidak siap itu juga jadi masalah," ungkapnya.

(rak/dhn)