Luhut: Kasus Corona di DKI Bisa Lebih Tinggi Kalau Tak Hati-hati

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 17:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Lucas Aditya/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kasus COVID-19 varian Omicron berpotensi naik tinggi di DKI Jakarta. Luhut mengatakan hal tersebut bisa terjadi apabila masyarakat tidak berhati-hati.

"Berdasarkan prediksi yang kami lakukan, bahwa peningkatan kasus berpotensi akan naik lebih tinggi di DKI Jakarta bila kita semua tidak hati-hati," ujar Luhut dalam jumpa pers virtual, Minggu (16/1/2022).

Luhut mengatakan potensi tersebut menjadi alarm bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dia meminta warga waspada terhadap Omicron.

"Ini adalah alarm bagi kita semuanya untuk mulai awas memasuki varian baru Omicron. Jangan mempersoalkan apa yang tidak perlu dipersoalkan. Saya titip ini," katanya.

Selain itu, Luhut menjelaskan pemerintah menyadari kalau cepat atau lambat, lonjakan kasus Omicron pasti akan terjadi. Luhut mencotohkan kasus COVID-19 kemarin, di mana angka kasusnya menembus 1.000 kasus.

"Pemerintah menyadari cepat atau lambat akan terjadi peninngkatan kasus seperti yang terjadi kemarin, di mana telah menyentuh angka 1.054 kasus per hari. Terakhir kita mencapai angka tersebut pada 11 Oktober 2021 yang lalu," ucap Luhut.

Lebih lanjut, kata Luhut, kasus COVID-19 mendominasi wilayah Jawa dan Bali, khususnya DKI Jakarta. Luhut menekankan angka kematian akibat COVID-19 masih terjaga.

Hanya, Luhut mengingatkan kalau gelombang Omicron bisa naik dengan cepat. Dia berkaca pada negara lain yang juga dilanda Omicron.

"Kasus didominasi oleh wilayah Jawa Bali, terutama di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Kenaikan kasus Jawa Bali juga terlihat pada Provinsi Jawa Barat dan Banten. Hal tersebut didorong oleh mereka yang masih masuk di wilayah Jabodabek," ungkapnya.

"Kami sampaikan bahwa kasus kematian masih terjaga. Namun, berkaca dari negara lain, gelombang Omicron dapat meningkat dengan cepat," imbuh Luhut.

Simak Video 'Ada 720 Kasus Omicron di DKI, 153 Di Antaranya Transmisi Lokal':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/dhn)