4 Fakta Terkini Terkait Gempa M 6,6 Banten

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 07:17 WIB
Ramai-ramai Warga Pesisir Pandeglang Bersihkan Puing Rumah Imbas Gempa
Kerusakan Akibat Gempa Banten (Rifat Alhamidi/detikcom)
Jakarta -

Gempa magnitudo (M) 6,6 yang guncang Banten pada Jumat (14/1) menimbulkan berbagai dampak. Selain itu, gempa susulan tercatat beberapa kali terjadi.

Sebelumnya gempa tercatat dengan kekuatan M 6,7, yang kemudian diperbarui menjadi M 6,6, di Banten mengguncang Jakarta hingga Lampung. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan tidak adanya indikasi kenaikan permukaan air laut imbas gempa tersebut.

"Berdasarkan data monitoring kami, ada tide gauge, kemudian ada juga buoy (sistem peringatan tsunami) BPPT, di situ tidak ada indikasi kenaikan air muka laut," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/1).

Dwikorita mengatakan tidak adanya kenaikan permukaan air laut itu juga disaksikan langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Tangerang, yang saat itu melakukan pengawasan.

"Kepala Stasiun Geofisika Tangerang juga di sana, melaporkan tidak terjadi kenaikan muka air laut," ungkapnya.

Karena itu, menurut Dwikorita, prediksi bahwa gempa M 6,6 yang berpusat di 52 km arah barat daya dari Sumur, Banten, ini tidak menimbulkan potensi tsunami benar adanya.

Namun sejumlah kerusakan rumah warga terjadi. BMKG juga mencatat adanya 32 kali gempa susulan.

Simak halaman selanjutnya