Polisi Ungkap Motif Pria Culik Bocah di Tangsel: Punya Niat Cabuli Korban

Khairul Ma - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 20:27 WIB
Rilis kasus penculikan bocah A
Rilis kasus penculikan A. (Khairul Maarif/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi merilis kasus seorang anak perempuan berinisial A, (12) di Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), yang selamat dari usaha penculikan. Polisi menyebut korban tidak hanya diculik oleh pelaku yang berinisial DFR (22), tetapi juga sempat dicabuli.

"Orang tua melaporkan ke pihak Polres hingga kita dengan cepat melakukan penangkapan sehingga tadi malam kita sudah menangkap pelaku pria berinisial DFR (22)," ujar Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu saat konferensi pers di Mapolres Tangsel, Jumat (14/1/2022).

Kepada polisi, pelaku mengaku tindakan tersebut baru pertama kali ia lakukan. Selain itu, DFR mengaku memiliki ketertarikan terhadap korban.

"Pengakuannya baru sekali melakukannya. Motifnya ketertarikan pelaku terhadap korban yang sedang bermain sehingga muncul lah niat untuk percobaan pencabulan," tambahnya.

Sarly menjelaskan soal pencabulan yang dilakukan oleh pelaku.

"Area sensitif, tapi kan tidak harus yang di sana tapi yang jelaskan oleh korban merasa risihnya di situ karena bagian lutut ke atas sudah mulai diraba-raba," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sarly mengatakan tidak ditemukan senjata tajam dari tangan pelaku. Korban hanya dirayu oleh pelaku untuk mengikuti keinginannya.

"Tidak ditemukan adanya senjata tajam ataupun benda-benda lain yang akan digunakan untuk pengancaman. Pengakuan korban belum ada ancaman cuma diawali oleh rayuan-rayuan untuk mengikuti," katanya.

Akibat perbuatannya ini, DFR kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis. Polisi menjerat DFR dengan Pasal 83 dan 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 332 KUHP.

"Ancaman hukuman 17 tahun untuk UU Nomor 17 Tahun 2016 terus kemudian ancaman hukuman 7 tahun untuk Pasal 332 KUHP," pungkasnya.

Korban Selamat Usai Lompat dari Motor

Sebelumnya, seorang bocah berinisial A (12) berhasil meloloskan diri dari usaha penculikan. A loncat dari motor saat sedang diculik oleh pelaku.

"Menurut korban pelaku mengemudikan motor dengan cepat lalu di daerah Pabuaran, Bogor, pelaku mengendarai motor dengan pelan-pelan dan korban langsung loncat untuk kabur," ujar Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Tri Purwanto saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Tri bercerita, insiden penculikan itu terjadi pada 2 Januari 2022. A kala itu sedang bermain di depan rumahnya. Setelahnya, pelaku menghampiri A dengan dalih menanyakan alamat.

A sempat menyarankan untuk memakai aplikasi Google Maps untuk ke tujuannya. Namun pelaku berkilah dengan alasan tidak bisa menggunakannya.

"Pelaku memaksa korban untuk ikut dan sempat menarik korban dengan diiming-imingi uang Rp 5 ribu untuk mengantarkan. Teman korban menyuruh A untuk ikut. Akhirnya korban ikut naik motor dengan pelaku terlihat di CCTV warga kompleks, korban mengaku sempat diancam dengan pisau oleh pelaku jika korban menangis," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Tri berkata, A hanya mengalami luka ringan. Namun A kini disebut mengalami trauma dan kerap merasa ketakutan.

(rak/mei)