Bocah di Tangsel Lolos dari Penculik Usai Loncat dari Motor Pelaku

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 11:15 WIB
Ilustrasi penculikan anak
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Tangerang Selatan -

Seorang anak perempuan berinisial A (12) di Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) lolos dari penculikan. Korban berhasil menyelamatkan diri setelah memberanikan diri melompat dari atas sepeda motor pelaku yang menculiknya.

"Jadi anaknya pas motor tidak kencang dia loncat," ujar Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan, Tri Purwanto kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Tri bercerita, insiden penculikan itu terjadi pada 2 Januari 2022 yang lalu. A kala itu sedang bermain di depan rumahnya. Setelahnya, pelaku menghampiri A dengan dalih menanyakan alamat.

"Dijawab sama dia 'bapak pakai Aplikasi Google Maps aja' gitu alamatnya. Terus pelakunya alasannya saya enggak bisa ini. Mohon dianter," ungkap Tri.

Pelaku sempat mengiming-imingi korban akan diberikan sejumlah uang jika mau membantunya. Korban pun akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Setelahnya, sewaktu di atas sepeda motor korban diancam oleh pelaku. Tri menyebut, korban diancam dengan menggunakan senjata tajam (sajam) berjenis pisau.

"Nanti dikasih duit. dibonceng, terus dalam perjalanan diancem, jangan teriak, jangan nangis. karena diancam pelaku bawa sajam pisau," kata Tri.

Aksi penculikan itu berakhir di sekitar wilayah Pabuaran, Bogor. Saat itu, sepeda motor yang dikemudikan pelaku sempat melambat karena adanya keramaian warga menonton pertandingan sepak bola.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh korban untuk melompat dan langsung melarikan diri ke arah kerumunan warga. Sambil berteriak meminta tolong, warga sekitar lokasi langsung mengejar pelaku. Sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri.

"Pabuaran. dia turun di situ. Karena waktu itu motor itu tidak kenceng. Jadi anaknya pas motor tidak kenceng dia loncat langsung lari ke keramaian masyarakat karena ada pertandingan bola. Akhirnya pelaku kabur. sempat dikejar warga juga," ungkap Tri.

Akibat kejadian tersebut, Tri berkata, A hanya mengalami luka ringan. Namun begitu, A kini disebut mengalami trauma dan kerap merasa ketakutan.

"Luka dikitlah, cuma luka ringan. Makanya waktu datang dia cuma mau anaknya di-konseling karena trauma. Akhirnya kita jadwalkan konseling karena anaknya itu jika mau mandi, pintunya harus dibuka, enggak berani lagi keluar main. Yang paling berpengaruh itu psikisnya. Jadi dia ketakutan sekarang," jelas Tri.

"Tanggal 10 Januari lalu, jadi orang tuanya datang ke kita sama anaknya percobaan penculikan itu kan anaknya. Terus kita mau bikin pendampingan," imbuhnya.

(rak/mea)