ADVERTISEMENT

Ketua DPRD DKI Pastikan Tunjangan Rumah Anggota Dewan Naik

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 02:15 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendatangi KPK. Pras datang berkaitan dengan panggilan padanya untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur.
Ketua DPRD DKI Jakarta (Foto: A.Prasetia/detikcom)
Jakarta -

DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) selesai membahas hasil evaluasi anggaran 2022 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan tunjangan rumah anggota dewan dipastikan naik.

Prasetyo awalnya menuturkan, total ada 73 penjabaran anggaran sub kegiatan (PASK) yang terimbas evaluasi Kemendagri. Padahal, kata dia, hampir sebagian besar anggaran untuk PASK masih diperlukan oleh masyarakat.

"Saya minta rasionalisasi belanja yang sudah ada di RKPD, mana yang mendesak dan tidak. Jadi hari ini kita akan meminta persetujuan dari 73 PASK yang tidak diperkenankan untuk dijelaskan kembali, dan akan diputuskan dalam forum Banggar yang resmi ini," kata Prasetyo di rapat Badan Anggaran mengenai Evaluasi Raperda APBD Tahun Anggaran 2022 di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (13/1/2022).

Oleh karena itu, DPRD DKI Jakarta bersama TAPD merasionalisasi ulang 73 PASK yang memungkinkan untuk dianggarkan kembali. Adapun, kriteria PASK yang boleh dianggarkan kembali harus bersifat darurat dan mendesak sesuai pasal 69 Peraturan pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Berdasarkan hasil rapat banggar, total ada 24 dari 73 PASK yang disetujui untuk dianggarkan kembali dalam APBD 2022. Rinciannya, 7 PASK di Wali Kota Jakarta Selatan sebesar Rp 266 miliar, 2 PASK di Komisi E sebesar Rp 30,3 miliar serta 15 PASK di Komisi A.

Sedangkan anggaran 49 PASK lainnya yang tak disetujui akan dialokasikan untuk dana belanja tak terduga (BTT).

"Evaluasi selesai dan sisa uang yang ada dimasukkan ke BTT," jelas Prasetyo.

Prasetyo juga menyinggung soal kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta. Menurutnya, tahun ini tak ada kenaikan gaji, melainkan hanya tunjangan anggota dewan.

"Nggak ada gaji yang naik. Tunjangan kan untuk kepentingan kalau kita ketemu masyarakat," ujarnya.

Salah satu tunjangan yang mengalami peningkatan adalah tunjangan rumah anggota dewan menjadi Rp 102 miliar. Prasetyo menuturkan kenaikan tunjangan itu sekitar Rp 10 juta.

"Naik, Rp 10 juta kalo nggak salah," jawabnya.

Simak juga Video: Prasetyo Sebut DPRD DKI Layak Dapat Kenaikan Tunjangan

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT