ADVERTISEMENT

Tunjangan Rumah untuk DPRD DKI Naik Jadi Rp 102 M, PD: 4 Tahun Nggak Naik

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 17:40 WIB
Mujiyono (Foto: Istimiewa)
Mujiyono (Dok. Istimiewa)
Jakarta -

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan kenaikan tunjangan perumahan dalam APBD 2022 telah disetujui berdasarkan proses penaksiran nilai properti atau appraisal. Mujiyono menuturkan, kenaikan tunjangan perumahan diputuskan setelah ada pemberlakuan pajak progresif bagi Dewan mulai tahun ini.

"Sesuai appraisal terjadi kenaikan tunjangan perumahan yang lebih dari 4 tahun tidak naik, kurang-lebih Rp 10 juta sebelum potong pajak," kata Mujiyono kepada wartawan, Minggu (9/1/2022).

Lebih lanjut Mujiyono memerinci, tambahan tunjangan perumahan sekitar Rp 10 juta rupiah sehingga tiap anggota Dewan mendapatkan tunjangan perumahan sekitar Rp 70 juta setiap bulan.

"Sebelumnya dari Rp 60 juta ke Rp 70 juta," jelasnya.

"Kami harus melaksanakan kewajiban membayar pajak progresif. Berapa nilainya? Rp 10,5 juta. Jadi kalau Rp 9 juta kurangnya Rp 10,5 juta, take home pay-nya turun Rp 1,5 juta," sambungnya.

Politikus Partai Demokrat (PD) itu menegaskan, kenaikan gaji serta tunjangan 106 anggota DPRD ini telah melalui pembahasan panjang serta dinilai layak naik oleh lembaga penilai. Dia menyebut lembaga itu telah terdaftar di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Lembaga appraisal dan jasa konsultan yang terdaftar di Kementerian Keuangan," tambahnya.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelumnya menyebutkan belanja gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta untuk 2022 sebesar Rp 177,37 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp 26,42 miliar dibanding anggaran di tahun sebelumnya sebesar Rp 150,94 miliar.

Simak Video 'Prasetyo Sebut DPRD DKI Layak Dapat Kenaikan Tunjangan':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT