Tersangka Kasus Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Perairan Malaysia Jadi 12 Orang

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 01:39 WIB
Polda Sumut memamerkan delapan tersangka kapal bawa PMI ilegal tengelam
Polda Sumut memamerkan delapan tersangka kapal yang bawa PMI ilegal tengelam (Foto: Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan 12 tersangka kasus kapal diduga mengangkut TKI ilegal yang berangkat dari Batu Bara dan tenggelam di perairan Malaysia. Polisi menyebut 8 di antaranya telah ditangkap dan ditahan sementara 4 lainnya buron.

"Dari kejadian tersebut Polres Batu Bara bersama Ditkrimum Polda Sumut telah melakukan penangkapan terhadap 8 tersangka, kemudian ada 4 tersangka lagi yang masih dalam pengejaran," kata Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (13/1/2022).

Kedelapan tersangka yang ditangkap yakni IL, RA, R, IK, SB, DS, MP dan SA. Tatan menyebutkan masing-masing para tersangka itu mempunyai tugas yang berbeda.

"Jadi agen melakukan perekrutan, kemudian melakukan komunikasi lewat telepon mengarahkan PMI untuk ketemu di bandara, kemudian nanti di bandara ada yang melakukan penjemputan, kemudian diangkut ke wilayah Batu Bara, ditempatkan di penampungan," sebut Tatan.

"Kemudian yang mengatur logistik, yang mengatur kapal yang akan diberangkatkan, kemudian sampai yang mengatur komunikasi dengan koordinator yang ada di wilayah Malaysia," ujar Tatan.

Sementara untuk empat orang yang masih buron, mereka juga mempunyai tugas masing-masing. Dua di antaranya sebagai koordinator sedangkan dua lainnya sebagai nahkoda kapal.

Selain itu, Tatan menyebutkan mereka awalnya mengajak masyarakat yang ingin jadi PMI bekerja di Malaysia. Setelah sepakat, barulah membuat janji hingga diberangkatkan.

"Jadi mereka secara berantai menanyakan keinginan dari PMI untuk bekerja di Malaysia. Kemudian melakukan komunikasi, disepakati harga atau biaya kemudian mereka membuat janji untuk pemberangkatan," sebut Tatan.

"Dan disampaikan juga kepada PMI nanti di Malaysia sudah ada yang mengatur berkaitan dengan pekerjaan yang akan diberikan kepada PMI. Soal pekerjaan masing-masing berbeda. Karena ini ramai wanita yang berangkat kemarin mereka ditawari pekerjaan ART," ujar Tatan.

Untuk bekerja di Malaysia, para PMI ini harus merogoh kocek sebesar Rp 11 juta untuk pria, sementara wanita sebesar Rp 11,3 juta.