Dipergoki Korban, Pegawai Resto Jakut Diam-diam Foto Wanita di Toilet

Rifky Mahdi - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 23:34 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi (iStock)
Jakarta -

Seorang pria karyawan resto di Sunter, Jakarta Utara, diduga mengambil foto perempuan yang sedang menggunakan toilet. Pelaku sempat berdalih sedang mengecek baut. Kasus ini berakhir damai setelah pelaku minta maaf.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/1) sore dan viral di media sosial. Korban seorang perempuan saat itu sedang menggunakan toilet curiga setelah melihat ada yang memegang ponsel dari bawah bilik toilet.

Saat keluar dari toilet, korban baru mengetahui ada pelaku di toilet tersebut. Korban sempat menginterogasi pelaku tersebut.

"Demi Allah, Mbak, saya nggak moto-moto Mbak," ujar pelaku seperti dalam video, dilihat pada Kamis (13/1/2022).

Namun korban tidak percaya. Korban terus mencecar pelaku.

"Nggak... nggak. Tadi saya lihat beberapa kali kamu mengeluarkan kamera ke situ, mau ngapain?" ujar korban.

Pelaku mengelak telah memfoto korban. Pelaku beralasan dirinya sedang mengecek baut di toilet itu.

"Bisa dicek Mbak," jawab pria itu.

Dinarasikan, setelah kejadian itu korban kemudian mengecek ponsel pelaku dan menemukan ada foto dirinya. Foto itu berupa penampakan dari lutut hingga ke bawah.

Berakhir Damai


Kapolsek Tanjung Priok Kompol Ricky Prenata membenarkan adanya kejadian itu. Korban sempat datang ke polsek dan dimediasi.

"Jadi memang benar warga dateng ke polsek tapi tidak mau memperpanjang lagi," kata Ricky.

Ricky mengatakan kedua pihak akhirnya dimediasi. Korban pun disebut tidak ingin melanjutkan perkara itu ke ranah hukum.

"Pelapor juga memilih untuk tidak buat laporan dan kasusnya berakhir dengan mediasi. Memang sudah keinginan dari korban sendiri yang tidak ingin memperpanjang kasus tersebut. Dari awal memang tidak mau dilanjutkan perkaranya," jelas Ricky.

Ricky menjelaskan mediasi kedua pihak dilakukan di Polres Metro Jakarta Utara. Kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sebenernya kasus ini dituntaskan bukan di polsek. Karena kasus ini berhubungan dengan susila atau wanita kemudian diarahkan anggota piket untuk ke polres. Tapi di polres udah berdamai informasinya," pungkas Ricky.

(mea/mea)