Sempat Dicoret, DKI Ingin Anggaran Sumur Resapan Kembali Masuk APBD 2022

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 17:35 WIB
Walkot Jaksel Marullah Matali usai mengecek kesiapan Mal Citos (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Sekda DKI Jakarta Marullah Matali (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta ingin anggaran program sumur resapan dimasukkan kembali ke APBD 2022. Salah satu pertimbangannya adalah sumur resapan merupakan program prioritas Pemprov DKI Jakarta.

Marullah mengatakan hal itu terlontar saat Badan Anggaran membahas soal hasil evaluasi Kemendagri terhadap Raperda APBD Tahun 2022.

"Pemprov DKI anggarkan secara konsisten program kegiatan sub kegiatan yang target kinerja yang jadi prioritas sebagaimana tercantum dalam RPJMD, RKPD, KUA-PPAS, dan RAPBD 2022," kata Marullah, Kamis (13/1/2022).

Marullah berharap DPRD DKI mempertimbangkan rekomendasi Kemendagri untuk memasukkan anggaran sumur resapan.

"Untuk itu kami mohon pada kesempatan pembahasan hasil evaluasi Kemendagri hari ini dapat juga dipertimbangkan untuk masukan kembali PASK yang ada dalam RKPD, RPJMD kemudian di RKPD yang kemudian diprioritas daerah, antara lain kegiatan pembangunan sures (sumur resapan)," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, DPRD DKI Jakarta menghapus anggaran untuk membangun sumur resapan dalam APBD 2022. Salah satu pertimbangan penghapusan anggaran tersebut adalah terkait efektivitas mengatasi banjir.

"Dinolkan dari forum Banggar kemarin," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh saat dimintai konfirmasi, Rabu (12/1/2021).

Nova mengatakan, dalam rapat RAPBD 2021 tingkat komisi, DPRD DKI memangkas anggaran sumur resapan dari Rp 322 miliar menjadi Rp 120 miliar. Namun, di tingkat Banggar DPRD DKI Jakarta, alokasi dana itu dicoret.

"Kalau di komisi kan kita sudah kurangi jadi Rp 120 miliar. Kalau di Banggar besar, kesepakatan terakhir akhirnya dinolkan," jelasnya.

(taa/jbr)