Anggaran Sumur Resapan Dihapus, Wagub DKI: Nggak Apa, Program Banjir Banyak

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 21:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku tak masalah anggaran sumur resapan tahun 2022 dihapus. Menurutnya, program penanganan banjir tak hanya sumur resapan semata.

"Ya nggak apa-apa, program pengendalian banjir kan banyak, " kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2022) malam.

Riza juga meyakini dewan memiliki pertimbangan sendiri sehingga tidak meloloskan anggaran sumur resapan. Oleh karena itu, dia meminta agar hal ini dijadikan pembelajaran bagi SKPD terkait supaya lebih teliti dalam merumuskan anggaran.

"Dewan mempunyai pertimbangan sendiri sehingga sures dicoret, nggak apa-apa. Itu pelajaran bagi kita semua bagi SDA, bagi kita ke depan harus lebih hati-hati lagi, lebih teliti lagi, " sebutnya.

Riza tak menampik jika ditemukan sumur resapan yang kondisinya rusak dan bermasalah. Kendati demikian, orang nomor 2 di Jakarta itu berharap dewan tak menutup mata melihat efektivitas sumur resapan secara keseluruhan, terutama dalam mengatasi genangan air.

"Ini risiko yang harus kami terima sebagai dinas, mungkin ada dari 28 titik ada 1-2-3 yang salah, kalau dipresentasikan kan kecil sekali tapi kami terima bahwa dewan menganggap ada yang kurang, ya kami terima, " imbuhnya.

"Mudah-mudahan ke depan dewan melihat akan merasakan dulu manfaatnya yang sekarang sudah kita rasakan, " sambungnya.

Sebagaimana diketahui, DPRD DKI Jakarta menghapus anggaran untuk membangun sumur resapan dalam APBD 2022. Salah satu pertimbangan penghapusan anggaran tersebut adalah terkait efektivitas mengatasi banjir.

"Dinolkan dari forum Banggar kemarin," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh saat dimintai konfirmasi, Rabu (1/12/2021).

Nova mengatakan, dalam rapat RAPBD 2021 tingkat komisi, DPRD DKI memangkas anggaran sumur resapan dari Rp 322 miliar menjadi Rp 120 miliar. Namun, di tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, alokasi dana itu dicoret.

"Kalau di komisi kan kita sudah kurangi jadi Rp 120 miliar. Kalau di Banggar besar, kesepakatan terakhir akhirnya dinolkan," jelasnya.

Simak juga 'Heboh Harga Sumur Resapan Rp 80 Juta Per Unit, Ini Kata Pemrov DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/maa)