PD Singgung Sosok SBY soal Pembahasan RUU IKN: Harus Hati-hati

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 17:29 WIB
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat memberikan keterangan pers terkait Kongres V Partai Demokrat. Kongres akan digelar pada 15 Maret 2020 di JCC Senayan.
Hinca Panjaitan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menekankan perlunya mengutamakan kehati-hatian dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN). Sebab, pemindahan ibu kota negara dinilai bukan persoalan yang sederhana.

"Sejak rapat pertama kali bahwa yang secara terang-terangan menyampaikan pandangan umumnya setelah kami baca naskah akademis Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) yang disampaikan presiden ke DPR, kami nyatakan bahwa sebaiknya diperlukan kehati-hatian," kata anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

"Kita perlu menyisir ini dengan sangat baik, karena pemindahan ibu kota negara itu bukan sesuatu yang sederhana. Oleh karena itu, kita suarakan itu terus agar butuh waktu yang cukup supaya kita tidak menyesal di kemudian gitu," lanjut dia.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat itu menilai bahwa produk hukum yang sempurna tak mungkin bisa dibahas dengan terburu-buru. Terlebih, kata dia, pemindahan Ibu Kota harus terealisasi pada 2024.

"Buat Ibu Kota Negara itu tidak mudah dan saya kira secara substansi nggak mungkinlah kita bisa menghasilkan undang-undang yang sempurna apabila kita buru-buru, termasuk yang meminta dan dimintai pemerintah kuartal pertama 2024 harus sudah pindah gitu, ya, konsekuensinya ini panjang," katanya.

Dia menyoroti sejumlah potensi permasalahan lingkungan yang bisa timbul akibat pemindahan Ibu Kota Negara. Lantas, dia menyebut proses pemindahan Ibu Kota Negara mesti mengutamakan kehati-hatian.

Sebagaimana pula, kata dia, seperti sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikenal hati-hati dalam mengambil keputusan.

"Semuanya mengingatkan kepada kita untuk hati-hati, lingkungan apa lagi, air bersih apa lagi, Belum hutannya, belum lagi tanah adatnya yang kalau saya nggak salah ada kesultanan di situ yang memang harus dicek. Niat untuk membangun ibu kota ini harus kita hormati, tapi diperlukan kehati-hatian, apalagi timeline. Nanti kalau ketabrak gimana," kata dia.

"Inilah harus kehati-hatian. Orang dulu marah, Pak SBY hati-hati, nggak ada keputusan. Harus hati-hati, kita tunggu aja nanti," lanjutnya.

Simak juga 'Baleg DPR Bicara Masuknya RUU Ibu Kota Negara di Prolegnas 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)