Bamsoet Ungkap Kontribusi Sektor Penjualan Langsung ke Perekonomian RI

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 16:05 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan rasa bangganya akan kiprah Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) di usianya yang menjelang 38 tahun. Menurut Bamsoet, APLI sebagai asosiasi yang berafiliasi dan diakui oleh Federasi Penjualan Langsung Dunia (WFDSA) hingga kini terus tumbuh dan berkembang.

"Sebagai sistem perekonomian yang identik dengan tradisi kemandirian layanan kepada konsumen, dan komitmen pertumbuhan kewirausahaan yang menjanjikan, penjualan langsung adalah salah satu sektor perekonomian yang dapat diandalkan. Hal ini tentunya tidak lepas dari fakta bahwa bisnis penjualan langsung telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1/2022).

Dalam APLI Convention 2021 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (12/1), Bamsoet mengungkap bahwa kini APLI telah memiliki anggota sebanyak 108 perusahaan yang bergerak di bidang penjualan langsung (direct selling).

Lebih lanjut, ia memaparkan kontribusi positif yang disumbangkan APLI berupa besarnya transaksi penjualan yang cukup signifikan. Bamsoet menyebutkan pada tahun 2019, saat kondisi perekonomian tengah mengalami kelesuan, bisnis penjualan langsung mencatatkan transaksi lebih dari Rp 16,3 triliun.

Selain itu, sektor penjualan langsung juga berkontribusi penting dalam penyediaan lapangan pekerjaan yang mampu menampung dan menyerap angkatan kerja dari berbagai lapisan, serta melibatkan jutaan mitra usaha dalam proses bisnisnya. Untuk itu, Bamsoet menilai sektor ini mampu mendorong pertumbuhan perekonomian rakyat.

"Kontribusi lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa bisnis penjualan langsung ini juga turut berjasa dalam menjaga dan melindungi produk dalam negeri, di mana lebih dari separuh, sekitar 51,86 persen, produk yang dijual adalah produk dalam negeri," jelas Bamsoet.

Bamsoet juga menerangkan 3 pesan penting yang tersirat dalam kegiatan APLI Convention 2021 bertema 'Tomorrow is Now'. Pertama, adanya kesadaran bahwa kondisi perekonomian bangsa Indonesia di masa depan tidak tercipta secara tiba-tiba, tetapi dibentuk oleh sebuah proses panjang dan bertahap. Menurutnya, apa yang dilakukan pada hari ini akan menentukan wajah perekonomian di masa depan.

"Kedua, bahwa untuk memajukan perekonomian nasional, kita membutuhkan kemampuan daya saing yang tangguh. Di era disrupsi yang menutut digitalisasi pada semua aspek kehidupan, literasi teknologi telah menjadi keniscayaan," terang Bamsoet.

"Ketiga, seiring perbaikan kondisi pada sektor kesehatan masyarakat dan kehidupan sosial ekonomi setelah hampir 2 tahun terdampak pandemi COVID-19, kita harus mampu berpikir visioner, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme," sambungnya.

Bamsoet meyakini kehadiran APLI tidak sekadar menjadi tempat berhimpun, tumbuh dan berkembang bagi anggota-anggotanya. Akan tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi, kontribusi, dan posisi strategis dalam pembangunan perekonomian nasional.

Ia pun berharap APLI dapat terus mengedepankan prinsip 'mengutamakan kepercayaan konsumen' dalam konsepsi pengembangan bisnis penjualan langsung sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas bisnisnya.

"Masyarakat harus benar-benar dapat merasakan manfaat dari kepercayaan yang telah diberikannya. Di samping itu, aspek ketaatan pada regulasi yang berlaku, harus menjadi rujukan dan pedoman bagi setiap pelaku usaha dalam industri penjualan langsung," pungkasnya.

(ega/ega)