Pengelola Panti Pijat Plus-plus Depok Jadi Tersangka Kasus Prostitusi!

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 15:42 WIB
Kasat Reskrim Polres Depok AKBP Yogen Heroes Baruno
Kasat Reskrim Polres Depok AKBP Yogen Heroes Baruno (Nahda/detikcom)
Depok -

Polisi menetapkan pengelola panti pijat plus-plus di Sawangan, Depok, berinisial S sebagai tersangka kasus prostitusi. Polisi menyebut pria S sebagai muncikari di kasus prostitusi tersebut.

"Satu orang, yaitu pengelola panti pijatnya, kita jadikan tersangka terhadap pasal yang dipersangkakan, yaitu pasal muncikari ya," kata Kata Kasat Reskrim Polresta Depok AKBP Yogen Heros Baruno di Polres Metro Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (13/1/2022).

S disangkakan dengan Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP tentang menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul tersebut. Polisi tidak menahan S karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun.

"Tidak (tidak ditahan). Ancaman hukuman di bawah 5 tahun," imbuh Yogen.

Sebelumnya, total ada 5 orang yang diamankan oleh warga dari lokasi tersebut. Selain S, 2 orang terapis, 1 orang tamu, dan 1 orang penjaga panti pijat berstatus sebagai saksi.

"Tersangkanya satu pengelola panti pijat, sedangkan yang lain terapis dua orang, tamu satu orang dan penjaga satu orang kita jadikan saksi," ucap Yogen.

Polisi mengamankan barang bukti alat kontrasepsi dalam kasus prostitusi yang dilakukan di panti pijat plus-plus itu. Polisi menemukan alat kontrasepsi itu sudah dalam keadaan terpakai dan belum terpakai.

"Alat kontrasepsi. Ada yang sudah terpakai dan ada yang belum terpakai," tutur Yogen.


Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Saksikan Video 'Aksi Warga Depok Gerebek Panti Pijat Plus-plus':

[Gambas:Video 20detik]