Panti Pijat Depok Ternyata Lokasi Prostitusi Digerebek, Ini 5 Faktanya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 10:40 WIB
Panti pijat Depok digerebek warga lantaran menjadi sarang prostitusi. Penggerebekan itu dilakukan Selasa (11/1) malam dan viral di sosial media.
Panti Pijat Depok Ternyata Lokasi Prostitusi Digerebek, Ini 5 Faktanya (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Panti pijat Depok digerebek warga lantaran menjadi sarang prostitusi. Penggerebekan itu dilakukan Selasa (11/1) malam dan viral di sosial media.

Digerebeknya panti pijat Depok berawal dari warga yang menyamar menjadi pelanggan. Beberapa warga lainnya ada pula yang masuk sambil menggebrak penyekat kamar dan tripleks.

Seperti apa kabar terbaru dari panti pijat Depok yang digerebek warga? Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak rangkuman berikut ini.

Panti Pijat Depok Digerebek, Berawal Dari Pencarian MiChat

Sebelum panti pijat Depok digerebek, salah satu warga menemukan nama terapis di tempat pijat tersebut. Hal ini dia temukan melalui aplikasi MiChat.

"Buka MiChat. Muncul nama dan alamat Reflexi Aura," kata Ketua RW 01 Sawangan Baru Abdul Aziz saat dihubungi detikcom, Rabu (12/1).

Kemudian, pada Selasa (11/1) pukul 22.00 WIB warga masuk dan menyamar menjadi pelanggan di panti pijat Depok tersebut. Setibanya di dalam, warga langsung memvideokan kegiatan di tempat sarang prostitusi itu.

"Akhirnya pura-pura transaksi dan mendatangi lokasi, pura-pura jadi tamu, langsung memvideokan kegiatan di dalam tempat tersebut tanpa diketahui siapa pun," jelas Azis.

Panti Pijat Depok Digerebek, Terapis Telanjang

Penggerebekan panti pijat Depok berlokasi di Jl Raya Muchtar, Sawangan, Depok. Hal ini bermula dari rekaman video yang tersebar di sosial media. Dalam video yang beredar, orang-orang di dalam ruangan pun dipaksa keluar oleh warga setempat.

Abdul Aziz menyatakan, awalnya dia mendapat informasi dari pemuda setempat terkait panti pijat Depok yang dijadikan tempat prostitusi. Warga pun kemudian datang dan berpura-pura menjadi pelanggan.

Awalnya, kata Azis, ada 7 warga yang menggerebek panti pijat plus-plus. Namun, karena lokasinya di pinggir jalan justru mengundang warga lain untuk ikut menggrebek panti pijat Depok yang menjadi sarang prostitusi itu.
Saat panti pijat Depok digerebek pun, warga menemukan terapis dalam keadaan telanjang. Dia tengah di dalam bilik panti pijat.

"Ya, bugil," tutur Azis.

Panti Pijat Depok: Tamu Datang, Lampu Dimatikan

Abdul Azis mengungkapkan modus panti pijat Depok saat melakukan praktik prostitusi. Dia menyatakan, panti plus-plus itu sengaja mematikan lampu jika ada tamu yang datang.

"Kalau ada tamu yang dateng, lampu depan dimatiin," Azis.

Panti pijat Depok itu beroperasi dari pagi hingga malam hari. Adapun jam operasionalnya mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

"Buka jam sembilan pagi tutup jam sembilan malam," ucap Azis.

Panti Pijat Depok: Pemilik-Terapis Diperiksa Polisi

Panti pijat Depok yang digerebek warga kini ditindaklanjuti polisi. Polres Metro Depok memeriksa lima orang dari panti pijat plus-plus tersebut.

"Sementara lima orang. Pemilik, penjaga, tamu, dua terapis," kata Kata Kasat Reskrim Polresta Depok AKBP Yogen Heros Baruno saat dihubungi detikcom, Rabu (12/1).

Kendati demikian, Yogen belum berkomentar banyak terkait penggerebak panti pijat Depok. Sebab, kata dia, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

"Masih kita mintai keterangan," ujar Yogen.

Panti pijat Depok yang digerebek warga baru beroperasi enam hari. Simak halaman berikutnya.

Simak Video: Aksi Warga Depok Gerebek Panti Pijat Plus-plus

[Gambas:Video 20detik]