ADVERTISEMENT

Polisi 'Cueki' Laporan, Kompolnas Usul Nomor Antrean-Kotak Evaluasi di SPKT

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 06:56 WIB
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti
Foto: Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (dok,ist)
Jakarta -

Laporan warga dicueki polisi kerap terjadi, kali ini terkait driver ojek online (ojol) yang kehilangan motornya di Bogor. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)menilai anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) perlu diajari bersikap ramah dan empati.

"Seluruh anggota yang bertugas di SPKT harus diajari bersikap ramah dan menunjukkan empati kepada masyarakat yang mengadu/melapor. Jangan tunggu sampai ada masyarakat yang tidak puas dan memviralkan ketidakpuasan tersebut," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, Rabu (12/1/2021).

Diketahui driver ojek online, Charly (38), sempat dicueki oleh oknum polisi di Polsek Cileungsi, Bogor. Oknum polisi tersebut saat ini tengah dalam proses pemeriksaan Propam.

Poengky mengapresiasi langkah cepat Polri. Namun, dia meminta agar kasus ini dijadikan pelajaran.

"Respons cepat Kapolsek dan Kapolres tersebut perlu diapresiasi. Tetapi kasus ini harus menjadi pelajaran agar pimpinan dan seluruh anggota benar-benar melaksanakan amanat pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Saran Nomor Antrean-Kotak Evaluasi

Guna mencegah terjadinya kejadian serupa, Poengky mengusulkan adanya nomor antrean dalam aduan. Hingga tidak diperbolehkannya petugas menerima tip usai pelayanan.

"Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, saya mengusulkan penggunaan nomor antrean agar dapat dilayani dengan baik dan adil. Ruang pelayanan perlu dilengkapi CCTV untuk memantau agar anggota melayani dengan baik dan tidak menerima tip atas pelayanan tersebut," kata Poengky.

Tidak hanya itu, dinilai perlu disediakannya kotak evaluasi untuk mengetahui kepuasan masyarakat. Poengky mengatakan, polisi perlu menjalankan tugas dengan baik.

"Kepuasan masyarakat juga perlu diukur dengan disediakannya kotak evaluasi atau alat ukur lainnya yang lebih modern," tuturnya.

"Melaksanakan tugas sebagai seorang anggota Polri harus tulus dan benar-benar melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Masyarakat yang datang melapor adalah orang-orang yang susah karena menjadi korban tindak pidana, sehingga harus diperlakukan dengan baik," sambungnya.

Sebelumnya juga sempat terjadi oknum polisi 'cueki' laporan korban. Saat itu, seorang ibu yang melaporkan pencabulan terhadap anaknya justru diminta polisi untuk menangkap pelaku.

Ibu korban berinisial D (34) awalnya melapor ke Polres Metro Bekasi Kota. D meminta polisi untuk segera menangkap pelaku yang saat itu hendak kabur ke Surabaya, Jawa Timur.

Namun, D justru disuruh oknum polisi tersebut untuk menangkap pelakunya. Alhasil, ia dan keluarganya menangkap pelaku di depan Stasiun Bekasi.

Kasus ini menyorot perhatian publik di tengah upaya Polri tengah berbenah dalam melayani masyarakat. Propam Polda Metro Jaya pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

Simak Video: Pukul-Cueki Laporan Ojol Hilang Motor, Oknum Polisi Bogor Diproses!

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT