Suntik Booster Dimulai, PKS Minta Vaksin Dosis Lengkap Tetap Prioritas

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 19:06 WIB
Ilustrasi Vaksinasi
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Dok. Shutterstock)
Jakarta -

Pemerintah mulai memberikan suntikan vaksinasi COVID-19 ketiga (booster) secara gratis kepada masyarakat. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah tetap fokus pada vaksinasi dosis lengkap kepada 70 persen target sasaran.

"Meskipun saat ini sedang dilakukan vaksinasi booster, tapi pemerintah tidak boleh melupakan kewajibannya untuk mencapai target vaksinasi 70 persen (dosis lengkap) bagi masyarakat. Apalagi sampai pekan ini masyarakat yang menerima vaksin dosis lengkap baru 56,04 persen," kata Netty Prasetiyani dalam keterangan tertulis, Rabu (12/1/2022).

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR itu menyoroti soal cakupan vaksinasi di daerah. Dia meminta pemerintah melakukan percepatan vaksinasi di daerah pedesaan.

"Pemerintah juga harus memastikan apakah cakupan vaksinasi ini sudah merata di daerah? Terutama percepatan vaksinasi bagi daerah perdesaan yang jauh dari jangkauan pemerintah setempat," kata dia.

"Jangan sampai daerah lain terutama di Pulau Jawa sudah masuk vaksin booster sementara ada daerah yang dosis pertama saja belum 70 persen. Pemerintah harus memberlakukan kebijakan afirmatif bagi daerah-daerah tertentu sebagai prioritas untuk mengejar capaian vaksinasi," tambahnya.

Minta Penjelasan Skema Akses Vaksin Booster Gratis

Meski begitu, dia turut mendukung kebijakan vaksin booster gratis bagi masyarakat umum. Hanya, menurutnya, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat terkait skema vaksin booster agar mudah diakses masyarakat.

"Vaksin harus tetap sebagai barang publik selama pandemi COVID-19. Kita harus belajar dari masa lalu saat masyarakat masih banyak yang enggan untuk mengikuti vaksinasi, padahal vaksinasi tersebut gratis. Hal penting yang juga harus dilakukan adalah mengedukasi masyarakat mengenai skema vaksin booster agar mereka bisa mengakses vaksin booster tersebut," katanya.

Netty meminta pemerintah memastikan stok vaksin yang akan digunakan untuk booster.

"Pemerintah juga harus menyiapkan skema agar masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar dan aplikasi PeduliLindungi tetap bisa mendapatkan vaksin booster secara gratis," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan vaksinasi booster atau dosis ketiga COVID-19 gratis untuk seluruh rakyat Indonesia. Adapun vaksin booster yang sudah mengantongi izin penggunaan darurat dari BPOM, yakni Sinovac, CoronaVac, Moderna, AstraZeneca, Zifivax, dan Pfizer.

"Mulai tanggal 12 Januari 2022, pemerintah akan melaksanakan vaksinasi ketiga dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan. Upaya ini penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat, mengingat virus COVID-19 yang terus bermutasi," ungkap Jokowi seperti dikutip dari akun Instagram Joko Widodo.

(fca/jbr)