Eks Penyidik KPK Divonis 11 Tahun Bui karena Aparat tapi Dianggap Sopan

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 14:20 WIB
Mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju divonis 11 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah karena menerima suap yang totalnya Rp 11, 538 miliar.
Ekspresi Mantan Penyidik KPK Robin Pattuju Usai Divonis 11 Tahun Bui (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin, divonis bersalah karena menerima suap dari sejumlah orang berkaitan dengan perkara hukum di KPK. Apa pertimbangan hakim?

Majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan mempertimbangkan sejumlah hal salah satunya hal memberatkannya karena Robin aparat kepolisian. Selain itu, hal yang meringankannya adalah Robin sopan.

"Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa sebagai aparatur hukum merusak tatanan penyelenggaraan negara yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme; perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi," ucap hakim Djuyamto saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (11/1/2022).

"Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, sopan, dan punya tanggungan keluarga," lanjutnya.

Diketahui, AKP Robin divonis 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Dia divonis bersama Maskur Husain karena dinyatakan bersalah menerima suap dari sejumlah orang.

Maskur Husain divonis 9 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Keduanya menyatakan pikir-pikir terkait putusan ini.

Robin dan Maskur Husain bersalah melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Diketahui, vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Robin 12 tahun penjara, sedangkan Maskur Husain 10 tahun penjara.

(dhn/yld)