Polisi Pakai UU ITE Usut Retweet 'Penembak FPI' Akun Pemkot Depok

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 08:35 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Ilustrasi (GettyImages)

Pemkot Depok Bantah Me-retweet

Seperti diketahui, akun Twitter resmi Pemkot Depok menjadi perbincangan karena me-retweet postingan 'Cari Keluarga Polisi Penembak Laskar FPI'. Tidak lama setelah kehebohan itu, akun Twitter @pemkotdepok kemudian melakukan unretweet.

"Kita amankan dulu yang punya kita oleh karena hitungan kan nggak bener, kita amankan dulu," ujar Kadis Kominfo Pemerintah Kota Depok, Manto, saat dimintai konfirmasi, Minggu (9/1/2022).

Manto mengatakan admin akun Twitter resmi Pemkot Depok, @pemkotdepok tidak me-retweet unggahan tersebut. Manto menegaskan bahwa admin tak mengurusi masalah politik.

"Dan jelas adminnya admin yang mengelola apa medsos itu tidak pernah me-tweet-kan masalah politik dan sebagainya nggak pernah, itu intinya itu," ujar Manto.

"Saya masih berkeyakinan yang bersangkutan tidak mungkin melakukan hal tersebut (tidak me-retweet)," tuturnya.

Sementara itu, admin pengelola akun Twitter resmi milik Pemkot Depok bernama @pemkotdepok dinonaktifkan sementara. Admin tersebut dipindahkan ke bagian administrasi.

"Sementara yang bersangkutan sudah dinonaktifkan sebagai admin medsos Pemkot," ujar Kadis Kominfo Pemerintah Kota Depok, Manto, saat dimintai konfirmasi, Selasa (11/1).


(mea/fjp)