Polisi Pakai UU ITE Usut Retweet 'Penembak FPI' Akun Pemkot Depok

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 08:35 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Ilustrasi (GettyImages)
Jakarta -

Polresta Depok mengusut cuitan ulang 'Cari Keluarga Polisi Penembak Laskar FPI' yang dilakukan akun resmi Pemkot Depok. Polisi memakai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk mengusut admin akun Pemkot Depok ini.

Kasat Reskrim Polresta Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan pihaknya belum mengkonstruksikan pasal yang akan diterapkan dalam pengusutan perkara tersebut. Polisi perlu menggali keterangan dari admin akun Pemkot Depok sebelum menerapkan pasal yang akan dijeratkan.

"Kita menggunakan UU ITE akan kita coba pasal yang mana, karena kita harus gali keterangan dulu," ujar Yogen kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Polisi telah menyita barang bukti berupa tangkapan layar akun Pemkot Depok yang me-retweet postingan soal laskar FPI itu. Polisi masih akan memeriksa admin tersebut.

"Barang bukti sementara ini screenshoot saja dari berita itu, nanti kalau sudah dipanggil dan dimintai keterangan dan naik ke penyidikan baru akan kita gali. Yang jelas yang kita panggil dari admin dan Diskominfo," imbuhnya.

Alasan Polisi Usut

Yogen mengatakan pihaknya membuat laporan model A untuk menyelidiki retweet akun resmi Pemkot Depok itu.

"Informasi tersebut kan meresahkan, jadi sudah ada pembelaan dari Diskominfo kalau itu di-hack tapi kan harus kita dalami. Ini laporannya model A temuan polisi," ujar Yogen.

Sekadar untuk diketahui, laporan model A adalah adalah aduan yang dibuat polisi yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi. Sedangkan laporan model B dibuat berdasarkan pengaduan dari masyarakat.

Yogen mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Diskominfo Kota Depok terkait pemeriksaan terhadap admin akun Twitter @pemkotdepok itu. Keterangan sementara dari Diskominfo mengaku bahwa akun tersebut di-hack.

Meski begitu, polisi tidak percaya begitu saja. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap admin untuk mendalami apakah ada unsur kesengajaan soal retweet itu.

"Ya jadi dari keterangan Dinas Diskominfo kan katanya di-hack, makanya kita akan panggil adminnya, apakah ada unsur kesengajaan atau gimana," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.