Pria di Buleleng Bali Tewas Tersambar Petir Saat Memancing

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 20:26 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)
Buleleng -

Seorang pria di Kabupaten Buleleng, Bali, bernama I Komang Sirwa Astawa (36) tewas terbakar akibat tersambar petir. Peristiwa itu terjadi saat korban memancing.

"Identitas korban seorang laki-laki bernama I Komang Sirwa Astawa kelahiran tahun 1986," kata Kasi Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Korban diketahui berasal dari Banjar/Dinas Pengajaran, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Profesinya sebagai petani.

Sumarjaya menuturkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/1) sekitar pukul 13.00 Wita di keramba apung milik PT Disty Kumala Bahari di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Saat itu cuaca memang sedang hujan lebat disertai petir. Meski begitu, Sirwa Astawa tetap berkunjung ke keramba apung milik PT Disty Kumala Bahari untuk memancing.

Korban memancing bersama tiga temannya, yakni I Ketut Karang Umbara Yasa (38), I Ketut Wardana (50), dan I Gede Sugiartawan (33). Saat memancing itulah tiba-tiba petir menyambar Sirwa Astawa.

"Tiba-tiba ada petir yang menyambar korban sampai terbakar. Korban selaku pengunjung/mancing. Saat mancing, HP diduga hidup," ungkap Sumarjaya.

Sementara itu, ketiga temannya tidak ikut terkena Sambaran petir. Sebab, mereka lokasi mereka memancing sedikit berjauhan.

"(Teman-temannya) tidak kena (sambaran petir), karena jaraknya agak jauh, beberapa meter dari mereka berdiri," terang Sumarjaya.

Melihat kejadian tersebut, ketiga temannya langsung menghubungi nelayan lokal untuk meminta bantuan ke pos Kepolisian Air dan Udara (Polairud) di kawasan Teluk Terima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Polisi kemudian mengevakuasi korban dan ketiga temannya ke darat.

"Kejadian sudah ditangani oleh Polsek Gerokgak dan korban sudah dibawa ke Puskesmas II Gerokgak, Desa Pejarakan, untuk di bawa ke rumah duka," terang Sumarjaya.

(eva/eva)