Pakar Pidana Unas Apresiasi Ferdinand Cepat Ditahan: Berpotensi Ditiru

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 17:04 WIB
Ferdinand Hutahaean sambangi Bareskrim Polri untuk penuhi panggilan polisi. Ia datang untuk diperiksa terkait kasus cuitan Allahmu ternyata lemah.
Ferdinand Hutahaean memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, Senin (10/1/2022). (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pakar hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Nasional (FH Unas) Umar Husein menilai penahanan Ferdinand Hutahaean terkait kasus cuitan 'Allahmu lemah' sudah tepat. Umar menuturkan Ferdinand Hutahaean mengunggah kalimat yang membuat gaduh di akun media sosialnya, oleh sebab itu polisi menjerat Ferdinand dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 45a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE.

"Saya rasa polisi tidak gegabah (menersangkakan dan menahan Ferdinand Hutahaean). Pasti sudah mengkaji secara mendalam. (Penggunaan pasal pidananya) tepat, memang dia pakai media sosial. Pasal itu (UU ITE), karena dia pakai sarana media sosial," kata Umar Husein.

"Saya sangat menyambut baik polisi yang cepat menangani masalah ini. Kalau tidak (diproses hukum), nanti banyak yang meniru," sambung Umar.

Direktur Institut Peradaban ini mengatakan masyarakat sempat menilai polisi bersikap ambigu terkait laporan-laporan dugaan penistaan agama. Lewat kasus ini, lanjut Umar, polisi menunjukkan sikap tegasnya.

"Kemungkinan juga polisi cukup lama menjadi sorotan terhadap kasus-kasus penistaan agama. Polisi selama ini dianggap ambigu, dalam arti selama ini kan banyak yang dilaporkan mirip Ferdinand, seperti Abu Janda, Denny Siregar, dan Eko," ucap Umar.

"Tapi adanya hal ini memberikan harapan kepada publik bahwa hukum masih ada. Keadilan masih ada," imbuh Umar.

Umar berharap kasus Ferdinand Hutahaean jadi titik awal bagi Polri dalam menyelesaikan laporan-laporan polisi terkait. Umar menyampaikan, Polri berdiri di bawah undang-undang, dan undang-undang berlaku untuk semua orang.

"Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Listyo Sigit, ini baru langkah awal. Saya harap ke depan, siapa pun (ditindak tegas) karena ini sudah berdiri di atas undang-undang. Kalau polisi tegas, (persoalan) tak akan melebar," tutur Umar.

"Tidak akan ada yang 'bermain di air keruh'. Saya berharap kasus Ferdinand ini jadi langkah awal polisi dalam menindaklanjuti kasus-kasus yang serupa, (laporan) yang lama, sebelumnya," tambah Umar.

(aud/fjp)