Polri Periksa Ferdinand Hutahaean Lagi: Banyak Pertanyaan Belum Disampaikan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 14:54 WIB
Jubir Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan (Adhyasta-detikcom)
Jubir Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Ferdinand Hutahaean dijadwalkan bakal diperiksa lagi terkait kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah'. Ferdinand Hutahaean telah berstatus tersangka.

"FH (Ferdinand Hutahaean) sudah diperiksa dan hari ini tadi dijadwalkan untuk pemeriksaan kembali," ujar Jubir Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2022).

Hendra mengatakan masih banyak pertanyaan yang belum disampaikan penyidik pada pemeriksaan kemarin. Dia menyebut Ferdinand Hutahaean meminta waktu untuk istirahat sehingga pemeriksaan dihentikan.

"Karena masih banyak pertanyaan yang belum tersampaikan (oleh penyidik) tadi malam dan yang bersangkutan meminta untuk beristirahat terlebih dulu," tuturnya.

Hendra mengatakan penyidik juga masih melengkapi berkas perkara kasus cuitan Ferdinand Hutahaean.

"Saat ini penyidik masih melengkapi administrasi berkas perkara Tersangka FH," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka terkait kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah'. Ferdinand lalu ditahan polisi.

"Dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dengan alasan kesehatan. Tapi, ketika surat perintah penahanan, yang bersangkutan menandatangani," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (10/1).

Ferdinand Hutahaean ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri. Polisi menyatakan, berdasarkan kondisi kesehatannya, Ferdinand layak ditahan.

"Hasil pemeriksaan dokter dari Pusdokkes layak dilakukan penahanan," katanya.

Ferdinand tidak dijerat pasal penodaan agama. Dia dijadikan tersangka karena cuitan 'Allahmu ternyata lemah' berpotensi memicu keonaran.

"Sementara tidak. Jadi pasalnya 14 ayat 1 dan ayat 2 peraturan hukum pidana, UU 1 Tahun 1946," ujarnya.

"(Dari DVD disita) postingan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan keonaran," tambahnya.

(drg/haf)