Sekjen PA 212 Apresiasi Polri Cepat Proses Hukum Ferdinand Hutahaean

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 15:33 WIB
Sekum PA 212 Bernard Abdul Jabbar (baju hitam).
Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar (baju hitam). (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (Sekjen PA) 212 Bernard Abdul Jabbar mengapresiasi Polri dalam penanganan kasus cuitan 'Allahmu lemah' Ferdinand Hutahaean. Bernard menilai Polri telah merespons cepat laporan masyarakat.

"Sangat apresiasi kepada aparat kepolisian yang bertindak cepat merespon laporan masyarakat dengan cepat, sehingga langsung bertindak guna memeriksa dan menetapkannya FH sebagai tersangka dan ditahan 20 hari ke depan," kata Bernard kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Bernard berpendapat proses hukum yang cepat terhadap Ferdinand Hutahaean memang harus dilakukan. Jika tidak, lanjutnya, akan menimbulkan kegaduhan terus-menerus.

"Dan memang harus demikian yang dilakukan aparat kepolisian agar tidak terjadi bola liar yang menimbulkan kegaduhan terus menerus," imbuh Bernard.

Bernard menilai cuitan Ferdinand Hutahaean sudah jelas bentuk penistaan agama. Bernard menuturkan Ferdinand telah membandingkan Allah pada agama satu dengan yang lainnya.

"Jelas-jelas FH telah melakukan penistaan dan pelecehan terhadap agama Allah Swt, yang mengatakan 'Allahmu lemah dan harus dibela, sementara Allahku kuat tak perlu dibela', artinya dia telah membandingkan antara dua Tuhan Allahmu," ucap Bernard.

"Maksudnya kepada Tuhannya orang Islam dan Allahku maksudnya tuhannya FH, yang artinya dia telah membandingkan antara dua Allah, yang satu lemah, yang satu kuat," sambung Bernard.

Bernard lalu menyatakan kalimat yang dicuitkan Ferdinand Hutahaean tak dibenarkan dalam agama manapun.Bernard menilai alasan apapun tak dapat meloloskan Ferdinand dari jerat hukum.

"Ini tidak dibenarkan dalam agama apapun, menganggap Tuhan atau Allah itu lemah, karena di mana ajaran agama apapun bahwa Tuhan itu Maha Kuat. Dan pernyataan FH ini telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat agama tertentu," ungkap Bernard.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.