Mobil Terguling dan Masuk ke Kali di Jagakarsa Jaksel

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 15:00 WIB
Ilustrasi Kecelakaan
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Sebuah mobil terguling ke kali di jalan Muhammad Kahfi 2, RT 01 RW 08, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.10 WIB.

"Kejadian tadi pagi 1 unit mobil kijang B-1628-EYF yang dimiliki oleh Bapak Surtijan," ujar Kepala Operasional Petugas Damkar Wilayah Jakarta Selatan Sugeng saat dimintai konfirmasi, Selasa (11/1/2022).

"(Terguling pukul) 06.10 WIB infonya," tambahnya.

Sugeng menjelaskan kejadian bermula saat pengemudi akan pulang setelah mengisi bensin. Pengemudi itu tidak mengetahui jalan dan kondisi ketinggian jalan tidak rata. Mobil terperosok kemudian terguling ke kali.

"Beliau habis isi bensin pagi-pagi, isi bensin dia mau pulang tidak tahu jalan, jalan itu ketinggiannya nggak sama. Di pinggir jalan mobil itu terperosok karena ketinggiannya nggak sama setelah terperosok dia terguling ke kali," ujar Sugeng.

Proses evakuasi memakan waktu kurang-lebih 2 jam. Pengemudi disebut mengalami luka memar.

"Jam 6 lewat 10 menit sampai jam 07.55 WIB. Luka memar saja, luka memar karena kecebur kali tadi itu untung alhamdulillah syukur selamat," tutur Sugeng.

Lebih lanjut Sugeng mengatakan mobil tersebut hanya ditumpangi satu orang, yaitu pengemudi Surtijan. Pengemudi mampu menyelamatkan dirinya sendiri tanpa menunggu petugas Damkar. Saat ini mobil sudah diderek ke rumah pengemudi.

"(Pengemudi) bisa keluar sendiri (dari mobil)," ujar Sugeng.

"Beliau masih ada di situ, bisa cerita kok dia, nggak apa-apa dia, hanya memar," tuturnya.

Dalam proses evakuasi ini, Sugeng menyebut pihaknya menurunkan 1 unit mobil dengan 11 personel. Pihaknya mengalami kesulitan karena akses jalan menuju TKP sempit.

"Tadi saya ambil alih selaku kepala operasional dan membawahi penyelamatan mobil. Saya perintahkan untuk berangkat ke TKP, namun mobil kami agak besar dia agak lambat masuk ke TKP, karena aksesnya agak sempit, namun bisa dievakuasi dan korban nihil begitu," ujar Sugeng.

(dwia/dwia)