Polisi Ungkap Penyebab Napi Lapas Bolangi Gowa Tewas Usai Dijemput Polisi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 13:47 WIB
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi mengungkap penyebab narapidana kasus narkoba Andi Lolos tewas setelah dijemput polisi di Lapas Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Andi Lolo tewas bukan karena penganiayaan, dan hasil autopsi mengungkap lebam di jenazah Andi merupakan lebam yang memang biasa muncul pada mayat.

"Hasil autopsi Biddokkes dan Unhas memang lebamnya saat itu lebam mayat, bukan disebabkan lebam penganiayaan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana kepada detikcom, Selasa (11/1/2022).

Kombes Suartana juga mengungkap Andi memiliki penyakit kronis. Penyakit inilah yang diduga menjadi sebab kematian Andi.

"Ada sedikit penyakit jantung kronis," ungkap Kombes Suartana.

Diketahui, Andi Lolo (35) merupakan napi kasus narkoba yang dijemput oleh anggota Ditresnarkoba Polda Sulsel di Lapas Bolangi pada 15 Desember 2021. Andi dijemput sehubungan pengembangan kasus narkoba 75 kilogram yang diungkap polisi di Kota Makassar.

Belakangan, istri Andi Lolo, Maryam tiba-tiba menerima kabar kematian suaminya. Istri Andi yang pada saat itu sedang berada di Kabupaten Pinrang langsung berangkat ke Makassar hingga mendapat kepastian bila kabar kematian suaminya tersebut benar adanya.

Pihak keluarga mengaku tidak mendapat penjelasan mengenai penyebab kematian Andi Lolo. Hingga pada saat pihak keluarga menerima jenazah, mereka menemukan luka lebam diduga tanda-tanda kekerasan.

Jenazah Andi Lolo Diautopsi

Polda Sulsel sempat mengambil langkah autopsi untuk mengungkap kematian Andi. Polisi juga mengklaim autopsi tidak hanya melibatkan Bidokkes Polda Sulsel, tapi juga melibatkan laboratorium forensik independen milik Universitas Hasanuddin (Unhas).

Penggunaan laboratorium forensik tersebut independen bertujuan penanganan perkara bisa lebih transparan.

"Begini ya, kita ini masih menunggu hasil Labfor dan kita juga menggunakan laboratorium independen dari Unhas," ungkap Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana kepada detikcom, Senin (20/12/2021).

Lihat juga video '68 Napi Tewas dalam Kerusuhan di Penjara Ekuador':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)