Pemprov DKI Mau Bikin Saringan Sampah di Perbatasan, Anggarannya Rp 197 M

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 13:01 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta
Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mau membangun saringan sampah di perbatasan. Pagu anggaran untuk proyek tersebut berjumlah Rp 197,21 miliar.

Dilihat dari situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP), Selasa (11/1/2021), proyek pembangunan saringan sampah di perbatasan itu masuk kategori pekerjaan konstruksi dengan metode tender.

"Pemilihan Januari 2022. Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, satuan kerja Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air," demikian tertulis dalam situs tersebut.

Lokasi proyek berada di Jakarta Timur. Paket itu diberi ID 31685131. Situs tersebut tidak menjelaskan detail asal anggaran untuk proyek pembangunan saringan sampah di perbatasan itu.

Rencana pembangunan saringan sampah ini sebelumnya pernah diungkap Pemprov DKI pada 2019. Saat itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta berencana membuat saringan sampah di hulu Sungai Ciliwung senilai Rp 197 miliar.

"Saringan sampah penting karena setiap saat, terutama hujan. Sampah Sungai Ciliwung jadi masalah di Manggarai. Kalau tiap hari satu, dua truk. Ketika sampah datang saat hujan, di Manggarai butuh sekitar 350 truk untuk membersihkan," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih saat rapat rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/11/2019).

Menurut Andono, proyek tersebut hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ada beberapa pengerjaan fisik yang perlu dikerjakan pada 2020.

"ITB dengan Pemprov sudah ada MoU, sehingga kami mendapatkan DED dari Lapi ITB itu. Kegiatan akan ada dua, kegiatan besar yaitu struktur mekanis, dan penggunaan alat," kata Andono.

"Kegiatan struktur ini membangun konstruksi jembatan, ke dua pengadaan alat untuk angkat sampah. Dan penghancur sampah, sehingga sampah sudah terpecah," kata Andono.

(haf/tor)