DPRD DKI Kritik PAM Jaya soal Air Bau Bangkai di Kampung Kubur Baru

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 16:37 WIB
Aliran Air PAM dan pompa air di Kampung Kubur Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Januari 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Aliran Air PAM dan pompa air di Kampung Kubur Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Januari 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta bereaksi keras terhadap persoalan air PAM berbau bangkai di Kampung Kubur Baru, Koja, Jakarta Utara. PAM Jaya dituntut bertanggung jawab atas masalah tersebut.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin atas kejadian tersebut.

"Prihatin sekali, artinya harus ada perbaikan kualitas dari PAM Jaya dalam hal ini juga Pemprov DKI terkait hal itu. Apalagi sampai berbulan-bulan permasalahannya," katanya saat dihubungi oleh detikcom, Senin (10/1/2022).

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono.Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. (Foto: dok. DPRD DKI Jakarta)

Gembong menilai persoalan air minum bagi warga Ibu Kota ini menandakan kualitas layanan Pemprov DKI Jakarta terhadap masyarakat. Seharusnya, urusan ini tidak dibiarkan berlarut-larut sampai empat bulan.

"Tugas kita memberikan pelayanan yang baik kepada warga DKI Jakarta. Dan dengan kejadian seperti ini, berarti menandakan bahwa Pemprov DKI tidak ada action untuk memberikan pelayanan maksimal," jelasnya.

"Itu menandakan bahwa kualitas pelayanan Pemprov DKI jauh dari harapan warga," sambungnya.

DPRD DKI Jakarta pun berencana memanggil pihak terkait ke hadapan DPRD DKI untuk menjelaskan duduk perkara persoalan yang terjadi. "Nanti akan kita panggil yang bersangkutan (PAM Jaya) untuk membereskan hal itu," terangnya.

Sementara itu, hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif. Menurutnya, persoalan air bersih di DKI Jakarta harus menjadi perhatian bagi setiap pemangku kebijakan yang berkaitan dengan itu.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif.Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif. (Foto: dok. istimewa)

"Saya prihatin atas kejadian ini. Pihak pengelola harus segera bertindak, koordinasi dengan PAM Jaya. Walaupun soal air menjadi tanggungjawab PAM namun pihak pengelola tidak bisa berdiam diri," ujarnya saat dihubungi.

Dia pun meminta agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti dengan cepat. "Segera diperbaiki jangan terlalu lama warga menunggu," paparnya.

(dnu/dnu)