Dosen UNJ Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK, Siapa Dia Sebenarnya?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 12:51 WIB
Dosen UNJ Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK, Siapa Dia Sebenarnya?
Dosen UNJ Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK, Siapa Dia Sebenarnya? (Foto: dok. Ubedillah Badrun, @ubedilahbadrun)
Jakarta -

Dosen UNJ bernama Ubedillah Badrun jadi sorotan setelah melaporkan dua anak Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke KPK. Keduanya dilaporkan atas dugaan KKN terhadap relasi bisnis diduga terlibat pembakaran hutan.

Laporan tertanggal 10 Januari 2022 itu disampaikan Ubedillah ke Unit Pengaduan Masyarakat KPK. Dia membawa dokumen yang memaparkan dugaan KKN tersebut.

Lantas siapa sebenarnya dosen UNJ Ubedillah Badrun yang laporkan Gibran-Kaesang ke KPK? detikcom merangkum informasinya berikut ini.

Sosok Dosen UNJ Ubedillah Badrun

Dilansir dari Pusat Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemdikbud, berikut informasi soal sosok Ubedillah Badrun:

  • Ubedillah merupakan lulusan S2 dari Universitas Indonesia pada 2003. Diketahui Ubedillah juga merupakan aktivis 98.
  • Terdaftar sebagai dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta. Dia berstatus dosen tetap dengan jabatan asisten ahli.
  • Dikenal sebagai analis politik, dia pernah menjadi Direktur Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Indonesia.
  • Di bidang politik, Ubedillah lebih berfokus pada dinamika partai politik Islam. Salah satunya ketika dia mengomentari dinamika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat berpolemik dengan Fahri Hamzah.
  • Oleh PKS, dia sempat diusulkan menjadi pansel cawagub DKI. Dosen UNJ itu mengaku ditelepon oleh PKS dan menyatakan kesediaannya.
  • Ubedillah sempat disorot lantaran analisis politiknya pada 2020. Saat itu dirinya menyatakan Menhan Prabowo Subianto bisa menggantikan Ma'ruf Amin sebagai Wapres. Analisis ini pun viral dan ditanggapi beragam oleh sejumlah pihak.

Dosen UNJ Ubedillah Badrun Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK

Dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK. Mereka dilaporkan terkait dugaan KKN terhadap relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis diduga terlibat pembakaran hutan.

"Jadi laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan," ucap Ubedillah di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022).

Dalam pelaporannya, dosen UNJ itu membawa beberapa dokumen bukti. Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan, tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya.

Ubedillah menyebut grup bisnis itu mengucurkan investasi ke perusahaan yang dimiliki Kaesang dan Gibran. Ubedillah juga mengaitkan antara urusan bisnis dan perkara perusahaan yang pengusutan hukumnya tidak jelas karena adanya konflik kepentingan atau conflict of interest. Selain itu, dia mengaitkan dengan sosok yang berkaitan dengan grup bisnis yang menjadi duta besar RI.

"Itu dugaan KKN yang sangat jelas saya kira yang bisa dibaca oleh publik. Karena nggak mungkin perusahaan baru anak presiden mendapat suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan-perusahaan yang juga itu dengan PT SM dua kali diberi kucuran dana. Angkanya kurang-lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu dekat," ucap Ubedillah.

"Jadi saya kira dan setelah itu kemudian anak presiden membeli saham perusahaan di sebuah perusahaan dengan angka yang juga cukup fantastis Rp 92 miliar dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan sebuah perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka cukup pantas kalau dia bukan anak presiden? Saya kira itu, kita untuk dan meminta kepada KPK untuk menyelidiki dan meminta kepada KPK agar menjadi terang benderang dan bagaimana kemudian bila perlu presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini," imbuhnya.

Pelaporan yang dilakukan dosen UNJ Ubedillah Badrun ditanggapi oleh Gibran. Simak di halaman selanjutnya.