PP Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Polri Tegas Proses Kasus Cuitan 'Allahmu Lemah'

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 08:37 WIB
(kiri) Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oki Nugroho dan  Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto berbicara saat berlangsungnya diskusi literasi politik seri ke 2 dengan tema Proyeksi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Pemerintahan Jokowi-Maaruf Amin yang berlangsung di  PP Pemuda Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Menurut para pembicara, pada pemerintahan kedua Jokowi mendatang ada baiknya diisi dengan penggabungan antara profesional partai politik dan anak muda di berikan ruang sebesarnya untuk bersama memajukan bangsa.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto atau Cak Nanto (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Sunanto atau Cak Nanto mengapresiasi sikap kepolisian dalam penanganan kasus cuitan 'Allahmu lemah' Ferdinand Hutahaean. Cak Nanto menegaskan hukum harus berlaku adil.

"Kami mengapresiasi. Hukum harus berlaku seadil-adilnya kepada siapa pun. Pertama, bahwa polisi kan tidak pernah memandang kelompok tertentu untuk melakukan penanganan (perkara), kalau sudah ada bukti, maka semuanya harus ditindak," kata Cak Nanto kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Cak Nanto menuturkan penegakan hukum oleh kepolisian menjawab harapan masyarakat tentang keadilan. "Maka proses keadilan yang diharapkan, yang menjadi harapan tiap orang, itu yang akan ditunjukkan oleh Polri dengan kondisi penanganan kasus yang berkaitan dengan Ferdinand ini," sambung dia.

Cak Nanto kemudian menyebut banyak asumsi penegakan hukum berpihak. Namun dia melihat ketegasan polisi yang mengambil keputusan berdasarkan alat bukti telah menepis asumsi miring tersebut.

"Yang diasumsikan banyak orang bahwa penegakan hukum berpihak. Itu tidak terjadi di kasus yang saat ini. Asumsi itu sudah ditepis karena saat sudah ada alat bukti yang diyakini oleh penyidik. Maka semuanya ditindak sesuai prosedur hukumnya," ujar Cak Nanto.

Cak Nanto juga menilai penetapan tersangka dan penahanan Ferdinand Hutahaean menunjukkan penegakan hukum tak pandang bulu. "Dengan bukti bahwa semua orang bisa ditahan, ditindak, seharusnya dilihat sebagai bahwa pandangan-pandangan atau asumsi-asumsi kan tidak benar. Itu yang harus dibuktikan pihak kepolisian ke depan bahwa tindakan hukum tidak pandang bulu," lanjut Cak Nanto.

Cak Nanto mengungkapkan sebenarnya PP Muhammadiyah sudah berniat melaporkan Ferdinand Hutahaean terkait cuitan 'Allahmu lemah' ke pihak kepolisian. Namun hal itu urung dilakukan lantaran polisi sudah langsung memproses laporan tersebut.

"Saya termasuk salah satu orang yang sejalan, mengatakan hal seperti itu harus segera diungkap, dibuktikan (tindak pidananya). Kami kan awalnya ikut mau melaporkan," jelas Cak Nanto.

"Saya merasa bahwa (proses hukum terhadap Ferdinand Hutahaean) ini sangat luar biasa, bahwa ada harapan penegak hukum bekerja sebagaimana mestinya dan tidak terintervensi oleh persepsi-persepsi, tapi berdasarkan fakta hukum yang ditemukannya dan itu dilakukan dengan tegas kepada siapa pun," pungkas Cak Nanto.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.