Warga Kampung Kubur Baru Jakut Keluhkan Air Bau Bangkai

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 14:56 WIB
Warga Kampung Kubur Baru Jakut Keluhkan Air Bau.
Warga Kampung Kubur Baru Jakut Keluhkan Air Bau. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Warga Kampung Kubur Baru, Jakarta Utara, mengeluhkan kondisi air yang bau bangkai. Warga menyayangkan karena tak mendapat air bersih padahal rutin membayar.

"Bau, kadang-kadang nggak keluar. Sudah bau bangkai terus item. Jadi kalau sudah kayak gitu, saya sudah berhenti udah nggak ngisi. Di jam-jam tertentu baunya. Biasanya jam 06.00 WIB sama jam 18.00 WIB," kata warga RT 07, Then Ket Liong (42), kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Liong mengatakan dirinya rutin membayar tagihan air. Dia menuturkan sudah empat hari mengeluarkan Rp 50 ribu untuk membeli air dari warga lain.

"Tiap bulan, Rp 100 ribu lebih hampir dua ratus. Sedot pompa iya, listrik iya, air nggak keluar, bau lagi. Sekarang tiap hari saya angkut, beli air PAM air dorongan. Sehari Rp 50 ribu. Sudah empat hari ini. Buat air saja sudah Rp 200 ribu," katanya.

Liong harus bangun tengah malam untuk mendapatkan air bersih. Dia menyebut sudah empat bulan mengalami krisis air bersih. Dia dan warga lainnya sempat mengeluhkan kondisi air tapi belum ada kejelasan.

"Sudah sering, barusan kemarin. Tetap begitu malah capek ke kitanya. Ini kemarin sempat dibongkar sama orang PAM. Mereka cuman bilang katanya ada pipa yang bocor."

Ketua RT 07, Leni (47), mengatakan krisis air bersih terjadi di RT 04, RT 05, RT 06, dan RT 07 RW 015 Kampung Kubur Baru. Dia menyebut ada 10 rumah di RT 07 yang airnya tidak bersih.

Hal senada disampaikan Maryani (42). Dia harus mengeluarkan uang untuk membeli air galon dan mencuci baju di laundry.

"Saya sekarang harus beli air galon buat minum. Terus mau nyuci baju juga susah, harus di-laundry juga Rp 100 ribu keluar uang," kata dia.

Maryani berharap pemerintah segera menyelesaikan permasalahan air bau.

"Air kan yang utama dan kita ini jadi susah kalau airnya gini. Tolonglah pemerintah serius menangani masalah ini," kata Maryani.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Dudi Gardesi akan mengecek krisis air bersih di Kampung Kubur Baru. Dia akan mencari tahu penyebab krisis air.

"Nanti saya cek dulu kondisinya seperti apa, karena air kan operatornya lebih ke arah di PAM, kita memang ada masalah penempatan kios-kios air. Saya cek terkait krisisnya dikarenakan apa, suplai atau apanya," jelas dia.

(idn/idn)