Warga Nduga-Lanny Jaya Kembali Bentrok, 1 Orang Tewas dan 22 Terluka

Wilpret Siagian - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 09:44 WIB
Bentrokan di Wamena (dok. Istimewa)
Foto: Bentrokan di Wamena (dok. Istimewa)
Wamena -

Bentrokan antarwarga di Kabupaten Jayawijaya, Papua kembali terjadi. Bentrok antara warga Nduga dan Lanny Jaya itu menyebabkan satu orang tewas, 22 orang luka-luka dan 34 rumah dibakar.

"Setelah kejadian Sabtu (8/1) bentrokan warga Nduga dan Warga Lanny Jaya kembali pecah. Kedua kubu masyarakat saling serang menggunakan alat perang tradisional menyebabkan satu korban meninggal, 22 luka dan 34 rumah dibakar, dua Honai, dua mobil dan empat motor ikut terbakar," kata Dandim 1702/JWY Letkol Inf Arif Budi Situmeang kepada wartawan, Senin (10/2/2022).

Bentrokan itu terjadi pada Minggu (9/1) siang. Pihak TNI dan Polri turun tangan membubarkan massa.

TNI mengerahkan satu SSK personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan satu SSK dari Yonif 756/WMS untuk membantu Polres Jayawijaya meredam bentrokan warga Lanny Jaya dan Nduga di Distrik Wouma, Jayawijaya.

"Saat ini, aparat keamanan dari Kodim 1702/JWY, Yonif 756/WMS dan Polres Jayawijaya terus melaksanakan siaga di tempat kejadian dan berupaya untuk mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri," katanya.

"Untuk saat ini kita melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, para Kepala Suku dan Panglima perang untuk meredakan kelompoknya masing-masing," ujarnya.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua juga telah menggelar pertemuan dengan Dandim 1702/JWY Letkol Inf Arif Budi Situmeang, Danyonif 756/WMS Letkol Inf Tommy, Wakapolres Jayawijaya Kompol Ferdinand dan Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom guna membahas antisipasi bentrokan susulan.

Arif menjelaskan bentrokan warga Lanny Jaya dan warga Nduga di Distrik Wouma, Jayawijaya diduga dipicu pembunuhan. Dia menyebut pembunuhan diduga dilakukan masyarakat Lanny Jaya terhadap masyarakat Nduga.

"Kejadian tersebut dipicu oleh dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh masyarakat Lanny Jaya kepada masyarakat Nduga atas nama Yonas Kelnea (48). Korban diduga dibunuh akibat permasalahan keluarga," kata Arif.

Sebelumnya, bentrokan terjadi antara kelompok warga di Nduga dan Lanny Jaya Papua. Akibatnya, dua orang terluka kena panah.

Bentrokan itu terjadi pada Sabtu (8/1). Kedua kelompok warga itu saling serang karena kematian seorang warga Nduga Sibelu Gwijangge, diduga dibunuh oleh kelompok Lanny Jaya.

"Pada hari dan tanggal tersebut di atas, Pukul 15.30 WIT permasalahan pertikaian saling serang dengan menggunakan alat tradisional antara kedua kelompok masyarakat Lanny Jaya dan masyarakat Nduga disebabkan akibat kematian Sibelu Gwijangge yang diduga dibunuh oleh masyarakat Lanny Jaya yang tinggal di Kampung Wesakma Distrik Wouma," kata Kabid Humas Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Minggu (9/1).

Simak juga 'Jokowi Minta Tak Ada Kriminalisasi Berpendapat, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)