Warga NTT Tewas Tersambar Petir Saat Gunakan HP yang Sedang Di-charge

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 14:12 WIB
Violent lightning bolts strike the water off the Dutch coast.
Ilustrasi petir (Foto: Getty Images/iStockphoto/Meindert van der Haven)
Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan seorang warga di Desa Oebelo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, bernama Delfina (24) tewas akibat tersambar petir. Delfina tersambar petir saat sedang menge-charge handphone (HP) di dalam rumah.

"Pada Jumat (7/1) malam kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Timor Tengah Selatan terkait peristiwa itu. Dan diketahui warga tersebut tersambar petir saat sedang menggunakan ponsel yang sedang di-charge di dalam rumah," ujar Kepala BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo seperti dilansir dari Antara, Sabtu (8/1/2022).

Ambrosius menjelaskan, saat sambaran petir terjadi, Delfina tidak langsung tewas di tempat. Delfina sempat keluar dari rumah, namun langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Selain itu, Ambrosius mengatakan petir tidak hanya menyambar rumah Delfina tadi malam. Rumah warga sekitar juga terkena sambaran.

"Peristiwa sambaran petir tidak hanya menyambar rumah warga yang tewas, namun juga beberapa rumah warga lain di sekitar," tuturnya.

Kejadian itu, kata Ambrosius, mengakibatkan tiga warga lainnya juga tersambar petir. Ketiganya langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis.

Selain korban jiwa dan luka-luka, Ambrosius mengungkapkan sambaran petir itu mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik di rumah warga maupun jaringan listrik di daerah tersebut.

Pihaknya mengimbau agar warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai sambaran petir/kilat guna meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan. Ambrosius mengimbau warga tidak mengoperasikan peralatan elektronik yang rawan terkena sambaran petir.

"Selain itu, tidak beraktivitas di luar rumah ataupun mengendarai kendaraan, terutama sepeda motor, jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak," imbuh Ambrosius.

(drg/hri)