ADVERTISEMENT

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 52 PMI Ilegal dari Sumut ke Malaysia

Perdana Ramadhan - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 23:08 WIB
Petugas gabungan gagalkan penyelundupan PMI ilegal ke Malaysia di Sumut
Petugas gabungan menggagalkan penyelundupan PMI ilegal ke Malaysia di Sumut. (Foto: dok. Istimewa)
Asahan -

Sebanyak 52 pekerja migran Indonesia (PMI) tanpa dokumen atau ilegal berasal dari berbagai daerah gagal masuk Malaysia. Keberangkatan mereka digagalkan melalui perairan Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut setelah operasi patroli gabungan keamanan laut yang dilakukan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) bersama Satuan Polisi Air Polres Asahan, pada Kamis (6/1) malam. Seorang nakhoda kapal turut diamankan dalam operasi itu.

"PMI yang diamankan, seluruhnya berjumlah 52 orang. Berasal dari berbagai provinsi. Rencananya mereka akan masuk negara Malaysia secara ilegal melalui jalur laut menumpang kapal nelayan," kata Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Komandan Lanal Tanjungbalai-Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/1/2022).

Para PMI itu terdiri dari 34 laki-laki, 17 perempuan, dan 1 balita. Para penumpang kapal ini dikenai biaya bervariasi antara Rp 1,5 juta dan Rp 4 juta untuk sampai di Malaysia.

"Jadi mereka diamankan saat menunggu kapal langsir yang akan membawa ke Malaysia di sana tim patroli kita melihat kapal ini mencurigakan lalu didekati dan diamankan," jelas Putu.

Selain itu, diamankan seorang nakhoda kapal berinisial JM (34), warga Kota Tanjungbalai. JM ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Masih kami kembangkan lagi ini pelaku lainnya mulai dari orang yang mencari penumpang, orang yang menyuruh dan memfasilitasi kita cari. Artinya kita sungguh-sungguh terhadap persoalan ini," terang mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini.

Sementara itu, Finayah (30), warga asal Jawa Tengah, yang sempat dikonfirmasi mengaku telah mengeluarkan uang total hingga Rp 15 juta. Uang itu ia habiskan untuk ongkos pesawat dari kampung halaman bersama suami dan anaknya.

"Sudah habis 15 juta Pak, itu juga saya utang-utang. Nggak taunya kami diberangkatkan pakai kapal kecil. Kalau tau dari awal kami jujur tidak mau karena jadinya pasti seperti ini," kata dia.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT