KPI Putus Kontrak Kerja Pelaku Pelecehan Sesama Pegawai Pria

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 15:54 WIB
Gedung KPI Pusat, Gambir, Jakarta Pusat
Gedung KPI (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan delapan pelaku perundungan dan pelecehan pegawai KPI, MS, sudah tidak lagi bekerja di KPI. Mereka tidak lagi bekerja sejak 1 Januari 2022.

"Benar, para terduga pelaku sudah tidak lagi dikontrak sebagai pegawai KPI terhitung 1 Januari 2022," ujar komisioner KPI Hardly Stefano Fenelon saat dimintai konfirmasi, Jumat (7/1/2022).

Hardly mengatakan korban perundungan dan pelecehan, MS, hingga saat ini masih bekerja di KPI. Kontrak kerja MS masih berlaku.

"MS tetap dikontrak kerja di KPI," jelasnya.

Diketahui, pelaku pelecehan seksual dan perundungan MS itu ada delapan orang. Semuanya tidak bekerja lagi di KPI.

Hardly mengungkapkan ada tiga pertimbangan yang menjadi dasar delapan pelaku tidak lagi dikontrak sebagai pegawai KPI. Salah satunya, hasil penyelidikan Komnas HAM.

Berikut tiga alasan KPI tidak memperpanjang kontrak delapan pelaku:

1. Hasil penyelidikan Komnas HAM yang meyakini bahwa benar korban mengalami kejadian sebagaimana yang dilaporkan.

2. Perlu upaya pemulihan terhadap korban, salah satunya dengan tidak membiarkan korban berada dalam lingkungan kerja yang sama dengan terduga pelaku.

3. Laporan korban saat ini sedang ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan oleh kepolisian. Oleh sebab itu, dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah, sebaiknya para terduga pelaku terlebih dahulu berkonsentrasi menyelesaikan proses hukum yang sedang berjalan.

Lihat juga Video: Curhat Indah Permatasari Pernah Alami Pelecehan Seksual

[Gambas:Video 20detik]