Bareskrim Periksa Anggota DPRD-Kadishub Depok Tersangka Mafia Tanah

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 15:50 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan
Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: dok. Humas Polri)
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Eko Herwiyanto, anggota DPRD Kota Depok Nurdin Al Ardisoma, dan dua orang lainnya ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka mafia tanah. Keempatnya sudah diperiksa sebagai tersangka oleh Bareskrim.

"Sudah dinyatakan tersangka. Sudah (diperiksa) sebagai tersangka," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2022).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Ramadhan menyebut Kadishub Depok hingga anggota DPRD Depok itu belum ditahan. Menurutnya, penyidik memiliki alasan tertentu untuk tidak menahan keempat tersangka mafia tanah itu.

"Empat tadi belum dilakukan penahanan. Sampai saat ini belum dilakukan penahanan. Tentu penyidik mempunyai alasan tertentu ya," tuturnya.

Lebih lanjut, Ramadhan membeberkan polisi akan memanggil saksi ahli, khususnya di bidang pertanahan. Eko hingga Nurdin juga akan diperiksa lagi.

"Kemudian, rencana tindak lanjut, penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi ahli, tentu dalam hal ini saksi ahli di bidang pertanahan," ucap Ramadhan.

"Melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka. Kemudian tentu berkoordinasi dengan JPU, jaksa penuntut umum," imbuhnya.

Diketahui, korban dalam kasus mafia tanah yang melibatkan Kadishub Kota Depok Eko Herwiyanto hingga anggota DPRD Depok Nurdin Al Ardisoma alias Jojon merupakan seorang pensiunan jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Emack Syadzily.

"Korban atas nama Mayor Jenderal AD (Purn) H Emack Syadzily," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/1).