Pensiunan Jenderal TNI Jadi Korban Mafia Tanah Kadishub-Anggota DPRD Depok

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 10:04 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Gedung Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Korban dalam kasus mafia tanah yang melibatkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Eko Herwiyanto hingga anggota DPRD Depok Nurdin Al Ardisoma alias Jojon merupakan seorang pensiunan jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Emack Syadzily.

"Korban atas nama Mayor Jenderal AD (Purn) H Emack Syadzily," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/1/2022).

Tindak lanjut terhadap kasus mafia tanah ini berdasarkan laporan polisi (LP) nomor LP/B/0372/VII/2020/Bareskrim. LP dibuat pada 8 Juli 2020.

Dalam laporan, tertera nama para terlapor adalah Burhanudin Abubakar dari pihak swasta. Burhan diduga melakukan pemalsuan surat, menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik, penipuan, dan/atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, 266 KUHP, 378 KUHP, dan/atau pasal 372 KUHP juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP.

Andi menjelaskan Eko, yang saat itu masih menjabat Camat Sawangan, diduga terlibat dalam pemalsuan surat tersebut. Andi mengaku sudah mengantongi cukup bukti untuk menetapkan empat orang sebagai tersangka mafia tanah.

"Bahwa dugaan pemalsuan surat pernyataan pelepasan hak untuk kepentingan swasta yang dibuat oleh Hanafi dan Nurdin Al Ardisoma dengan dibantu oleh Eko Herwiyanto (selaku Camat Sawangan) telah didapat kecukupan alat bukti," katanya.

"Terhadap surat pernyataan pelepasan hak yang diduga palsu tersebut telah digunakan tersangka Burhanudin sebagai dokumen yang dilampirkan dalam permohonan penyerahan sebidang tanah milik Emack Syadzily kepada Pemkot Depok dengan peruntukan sebagai TPU. Di mana faktanya terhadap tanah tersebut tidak pernah dijual atau dipindahtangankan oleh Emack," sambung Andi.

Lebih lanjut Andi mengungkapkan penyerahan tanah makam tersebut dilakukan tersangka Burhanudin sebagai persyaratan penerbitan IMB atas nama PT Abdiluhur Kawuloalit. Hal itu dilakukan demi kepentingan Burhanudin sendiri.

"Dan atas penyerahan tanah tersebut telah diproses dan diterima Pemkot Depok. (Bareskrim) telah menetapkan Burhanudin Abubakar, Hanafi, Nurdin Al Ardisoma alias Jojon, dan Eko Herwiyanto sebagai tersangka," imbuh Andi.

Simak video 'Marak Kasus Mafia Tanah, KY Bakal Beri Pelatihan Khusus untuk Hakim':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.